Tuesday, 17 September 2019

Motor Curian Disembunyikan di Semak-semak,

Senin, 26 September 2016 — 21:35 WIB
Jajang senang motornya kembali

Jajang senang motornya kembali

BOGOR (Pos Kota) – Kegembiraan Jajang Mishjana 41, tak mampu disembunyikan, saat motor kesayangannya yang raib di gondol maling, ditemukan polisi.

Lelaki kelahiran Cirebon, yang tinggal di Kampung Situ Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor lalu diminta Polsek Megamendung mengambil motornya dengan tak lupa membawa STNK dan BPKB asli kendaraan.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, motor Yamaha nopol F 4032 FAB warna hitam ditemukan di semak-semak dengan kunci dirusak.Keberadaan motor di Desa Sukaresmi Megamendung Puncak yang mencurigakan, lalu diamankan ke Mapolsek guna di lakukan pengecekan.

“Saat nomor rangka: MH3SG3120GK082131 dan nomor mesin: G3E4E0141037 kami ketahui, lalu dicek ke Samsat. Kami akhirnya tahu identitas pemiliknya Jajang Mishjana,”kata AKBP Dicky.

Sebelum diserahkan sekitar pukul 14.30 WIB, penyidik memeriksa Herman sebagai saksi.
“Karena korban datang membawa surat asli kendaraan yang sama dengan pemeriksaan, maka motor kami serahkan. Motor untuk sementara kami buatkan surat pinjam pakai, karena akan dihadirkan sebagai barang bukti di pengadilan saat pelakunya kami tangkap,”paparnya.

Korban ke petugas mengatakan, motornya yang terparkir di teras rumahnya raib saat ia bangun tidur Minggu (25/9) sekitar pukul 06.00 WIB pagi.

Karyawan swasta ini menambahkan, sekitar pukul 01.00 WIB, dirinya masih melihat motor terparkir ditempatnya di teras rumah.

“Sebelum tidur, motor masih ada. Saat bangun pagi, motor sudah raib. Sekitar pukul 07.00 WIB pagi, piket Reskrim dapat informasi dari masyarakat bahwa ada motor tersembunyi di semak-semak. Motor ditemukan sekitar 2 Km dari rumah korban. Saat ditemukan, jok motor dalam keadaan terbuka dan kunci kontak rusak,”tandas mantan Kapolres Karawang ini.

Kapolres menduga, motor ditinggal pelaku dengan cara menyembunyikan di semak, karena takut aksinya diketahui.

Dengan menyembunyikan hasil curiannya di semak, pelaku berharap akan kembali mengambilnya, jika situasinya dirasa aman. (Yopi)