Monday, 24 September 2018

Taufik Hidayat : PON 2020 Fokus Cabor Olimpiade dan Pembatasan Usia

Senin, 26 September 2016 — 11:47 WIB
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

BANDUNG (Pos Kota)- Staf Ahli Bidang Olahraga Kemenpora, Taufik Hidayat, angkat bicara soal pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016. Legenda bulutangkis Indonesia ini menilai, PON di Tanah Legenda lebih mengutamakan kepentingan daerah, sehingga tidak maksimal dalam mendukung prestasi olahraga Indonesia ke depan.

Makanya, Taufik yang mendapat tugas sebagai staf ahli membawahi Deputi IV Bidang Olahraga Prestasi Kemenpora, KONI, KOI, dan Satlak Prima, sepakat dengan keinginan Menpora Imam Nahrawi yang meminta pelaksanaan PON ke depan fokus mempertandingkan cabang olahraga (cabor) Olimpiade dan dilakukan pembatasan usia bagi peserta.

“Ya, kita memang harus fokus mempertandingkan cabor Olimpiade dan usia atlit yang tampil juga harus dibatasi di PON XX 2020.

Mengenai pelaksanaan PON yang harus fokus pada cabor Olimpiade dan pembatasan usia atlit yang tampil, kata Taufik, harus ditetapkan dengan Keputusan Menteri (Kepmen) atau Keputusan Presiden (Keppres). Dengan demikian, kebijakan itu tidak mengalami perubahan jika terjadi pergantian pemerintahan.

Mengenai kebijakan pembatasan usia atlit, kata Taufik, tujuannya agar terjadi regenerasi dan atlet senior bisa lebih fokus menyiapkan diri menghadapi ajang multi event atau program event internasional yang telah disusun induk organisasinya (PB/PP).

“Berikan kesempatan atlit muda untuk berkembang dan menghindari adanya kasus atlit senior yang menolak tampil di event internasional hanya karena ingin mengejar bonus atau dipaksa membela daerah di PON,” katanya.

Reward and Punishment

Ketika disinggung masalah program pembinaan olahraga ke depan, Taufik yang juga Wakil Ketua Satlak Prima mengaku akan mendorong pemerintah untuk menyiapkan bantuan anggaran pembinaan terhadap cabor sesuai prestasi pada ajang multi event.

Anggaran prioritas utama untuk cabor berprestasi di Olimpiade. Berikutnya cabor berprestasi di Asian Games dan terakhir cabor berprestasi di SEA Games. “Bulutangkis yang menyumbang medali 1 emas dan angkat besi dengan dua perak untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 akan menjadi prioritas utama,” katanya.

Penetapan anggaran prioritas yang akan dilakukan Kemenpora itu, kata Taufik, menggunakan sistem reward and punishment  terhadap cabor berprestasi. Hal ini bertujuan agar terjadi persaingan di antara cabor Olimpiade. (prihandoko/mb)

  • zoel karnain

    Good Idea.. Lanjutkan