Tuesday, 23 October 2018

Jawa Barat Raih Enam Medali Emas dari Tinju

Rabu, 28 September 2016 — 6:30 WIB
Jawa Barat juara umum di cabang olarahraga tinju Pon Jabar

Jawa Barat juara umum di cabang olarahraga tinju Pon Jabar

SUKABUMI (Pos Kota) – Kontingen cabang olahraga tinju Jawa Barat meraih enam medali emas pada cabang olahraga tinju Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di GOR Palabuhanratu. Hasil tersebut melebihi target yang ditetapkan sebelumnya, yakni empat medali emas. Pada babak final, kontingen Jawa Barat menempatkan tujuh petinjunya. Enam pada nomor putra dan satu pada nomor putri.

Di kelas fly (51 kg) putri, petinju Jawa Barat, Erni Amalia Lestari, mendapatkan medali emas setelah mengalahkan petinju Serlin Alin L Kase (NTT),

Di kelas fly (49 kg) putra, petinju Jawa Barat, Ferdinand B Kase, mendapatkan medali emas kedua bagi kontingen Jawa Barat, setelah mengalahkan petinju Kornelis Kwangu Langu (Bali).

Di kelas bantam (56 kg) putra, Dadan Amanda (Jabar), menang atas petinju Atris Neolaka (NTT), di kelas light (60 kg)

Petinju Jawa Barat lainnya, Gresty Alfons merebut medali emas keempat setelah menang atas Farand Papendang (Papua Barat),

Petinju di kelas light welter (64 kg), GS Panser Patty Nama menyumbangkan medali emas kelima setelah menang atas Vinky Montolalu (DKI).

Sedangkan medali emas terakhir dipersembahkan petinju Joshua Manulang di kelas light heavy (81 kg) setelah pada babak final menang atas petinju Maluku, David Isikiwar.

“Sesuai amanah, kita ditargetkan bisa meraih empat medali emas. Tapi kami yakin bisa melebihinya,” kata manajer tim cabor tinju Jawa Barat, Irianto, Selasa (27/9).

Medali emas pertama yang disumbangkan petinju Jawa Barat, Erni Amalia Lestari, kata Irianto, menjadi motivasi bagi enam petinju putra lainnya untuk mempersembahkan medali emas bagi kontingen Jawa Barat.

Dengan hasil tersebut, kontingen Jawa Barat tampil sebagai juara umum dengan merebut enam medali emas, satu medali perak, dan lima medali perunggu. “Saya kira kita harus bangga. Ini perjuangan maksimal para atlet dan dukungan semua pihak,” kata pelatih tinju Jawa Barat, Ronald Sigarlaki.

Tinju merupakan cabang olahraga tak terukur sehingga sulit diprediksi. Tapi Ronald selalu menekankan kepada anak didiknya agar selalu tampil maksimal. “Saya selalu tekankan agar saat bertanding harus seperti berlatih, dan saat berlatih harus seperti bertanding,” jelasnya.

Daerah yang cukup diwaspadai Jawa Barat pada cabor tinju mayoritas daerah timur. “Saya kira Maluku dan NTT kuat juga dalam cabor tinju,” pungkasnya.

Ketua Umum PB Pertina Jhony Asadoma menyebutkan, secara umum pelaksanaan cabor tinju pada PON XIX/2016 berjalan dengan baik. Kinerja panitia pelaksana sudah maksimal, penonton pun bersikap sportif, dan wasit pun sudah bekerja dengan baik meskipun ada yang disanksi karena dinilai kinerjanya buruk. “Para petinju juga sudah bertanding dengan maksimal,” tandas Jhony. (sule)