Wednesday, 14 November 2018

Kombes Rikwanto: Dampak Medsos Luar Biasa, Bisa Picu Konflik

Kamis, 29 September 2016 — 18:53 WIB
polri

JAKARTA (Pos Kota) – Kombes Pol Rikwanto (Analis Kebijakan Madya Devisi Humas Polri) mengakui jika perkembangan medsos itu luar biasa, dan pentafsirannya juga luar biasa. Karena itu surat edaran (SE) No.6 tahun 2015 khusus untuk internal, agar polisi mempunyai pedoman menjelang Pilkada.

Muatannya, kata Rikwanto, tidak saja hatespeech (ujaran kebencian), melainkan terkait SARA, orang cacat, warna kulit dan sebagainya, dipertimbangkan oleh kepolisian.

”Tapi,kalau ada kasus,  aparat terlebih dahulu melakukan pendekatan mediasi, apakah pelanggaran hukum, berlanjut atau tidak, apa tujuannya, untuk menjatuhkan lawan?” katanya dalam diskusi di DPR, Kamis (29/9).

Kalau merujuk kepada hukum positif sudah diatur dalam pasal 310 dan 311 KUHP dan pasal 27 dan 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang ancamannya 6 tahun penjara. Namun, Polri dengan ‘Cyber Patrol’ akan melacak dan menindak tegas penyebar kebencian dalam medsos tersebut walau menggunakan nama samara.

“Prinsipnya Polri siap mengawal Pilkada serentak di seluruh Indonesia, agar tidak terjadi kerusuhan dan konflik sosial. Hanya saja kalau ada pihak-pihak yang diragukan akan masuk ke delik aduan. Baik diadukan oleh yang bersangkutan maupun orang lain (pengacara, tim sukses dll),” ungkapnya.

Hal itu kata Rikwanto, karena dampak medsos itu luar biasa. Untuk mempengaruhi ribuan dan jutaan orang lain, kini tidak perlu lagi mengerahkan masyarakat ke lapangan seperti dulu. Tapi, cukup dengan medsos. Hanya saja dalam perkembangannya kebablasan.

“Isinya menyudutkan, menyebarkan kebencian, fitnah, untuk menjatuhkan orang lain, dan sebagainya. Kalau itu dibiarkan, maka akan memicu konflik dan krusuhan sosial. Karena itu, perlu pengawasan agar demokrasi ini lebih bermartabat,” tegas Rikwanto. (timyadi/win)