Wednesday, 19 September 2018

Camat dan Lurah Berkuda Pimpin Pawai 1 Muharram

Minggu, 2 Oktober 2016 — 13:53 WIB
Camat Kebayoran Lama, Sayid Ali (kanan) dan Lurah Pondok Pinang, Hendi Nopriyadi berkuda memimpin pawai Festival 1 Muharam 1438 H dengan start di kawasan Fed ex diikuti ribuan siswa dan masyarakat se-Pondok Pinang, Jaksel. (Rachmi)

Camat Kebayoran Lama, Sayid Ali (kanan) dan Lurah Pondok Pinang, Hendi Nopriyadi berkuda memimpin pawai Festival 1 Muharam 1438 H dengan start di kawasan Fed ex diikuti ribuan siswa dan masyarakat se-Pondok Pinang, Jaksel. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Ribuan siswa dan masyarakat Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tumpah memenuhi ruas jalan saat pawai memperingati 1 Muharram 1438 H. Warga mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap bisa menjadi program rutin tahunan.

“Festival 1 Muharram sebagai salah satu bentuk untuk mensyiarkan ajaran agama Islam, juga untuk menjalin ukhuwah Islamiyah diikuti sekitar 1.200 siswa dan masyarakat Pondok Pinang,” kata Beko, ketua panitia, Minggu (2/10/2016).

Rangkaian acara diawali dengan upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Dilanjutkan dengan pawai keliling Pondok Pinang dari kawasan Fed ex, Pasar Pondok Indah dan berakhir di Masjid Nimatul Ittihad.

Selain itu disemarakkan dengan berbagai lomba seperti lomba adzan, dan lomba mewarnai kaligrafi.

Kalangan siswa tampak antusias mengikuti pawai itu, meski tampak lelah dan keringat bercucuran. Begitu pula dengan masyarakat setempat. Bahkan mereka mendambakan kegiatan serupa dapat diadakan setiap tahun.

“Kami mendukung Festival Muharram sebagai ajang untuk menggali potensi masyarakat serta upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allag SWT,” kata Ketua LMK Pondok Pinang, Ruslan Amsari.

Camat Kebayoran Lama, Sayid Ali didampingi Lurah Pondok Pinang, Hendi Nopriyadi memimpin pawai dengan berkuda.

“Saya mengapresiasi kepedulian masyarakat dengan kegiatan Islami melalui Festival Muharram 1438 H untuk mewujudkan masyarakat yang beriman, bermartabat, berkualitas dan berdaya saing global,” ungkap Sayid Ali.

Hendi Nopriyadi selaku penanggungjawab kegiatan menambahkan festival diisi pula dengan penanaman pohon Sukun yang dimaknai suku-suku pada rukun, di bantaran Kali Pesanggrahan, serta menebar ratusan benih ikan lele. (rachmi)