Friday, 24 November 2017

Dimas Kanjeng Jalani Rekonstruksi Pembunuhan Santrinya

Senin, 3 Oktober 2016 — 14:02 WIB
Dimas Kanjeng saat pamer hasil 'penggandaan' uang. (ist)

Dimas Kanjeng saat pamer hasil 'penggandaan' uang. (ist)

PROBOLINGGO – Dimas kanjeng Taat Pribadi, hari ini, Senin (3/10/2016) menjalani rekonstruksi pembunuhan santri padepokan miliknya bersama lima tersangka lainnya.

Rekonstruksi yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB tersebut, menyedot perhatian ribuan warga Probolinggo.

Dalam rekonstruksi yang dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Wibowo tersebut, diketahui jika tersangka Wahyu dan Wahyudi yang menelepon teman-temannya menunggu Abdul Gani ke Padepokan. Dari adegan tersebut dua tersangka kemudian sepakat dengan korban untuk bertemu di asrama putra Padepokan. Di tempat itulah korban dibunuh dengan cara dijerat lehernya.

Seperti diketahui, Taat Pribadi atau Dimas Kanjeng ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jawa Timur di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis, 22 September 2016.

Dia dituduh mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Selain itu, Dimas Kanjeng juga ditetapkan sebagai tersangka penipuan bermodus penggandaan uang yang merugikan korbannya ratusan miliar. (*/embun)