Tuesday, 26 March 2019

Nahh Lho.. Lima Pulau di Kepulauan Seribu Diklaim Milik Pribadi

Senin, 3 Oktober 2016 — 18:12 WIB
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo geram adanya informasi lima pulau yang ada di wilayah Kabupatan Kepulauan Seribu diklaim milik swasta. Makanya dia meminta kepada Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) segera memasang plang aset dan melakukan croschek.

“Memang kami mendapat informasi ada lima pulau yang ada di Kabupaten Kepulauan Seribu di klaim milik swasta. Maka dari itu saya sudah meminta kepada UKPD yang ada di Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu memasang plang ases di titik pulau yang dianggap milik swasta tersebut,”tegas Budi Utomo, Senin (3/4).

bupati-kepulauan-seribu

Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo

Pulau yang di klaim milik swasta itu kata Bupati diantaranya Pulau Dolpin, Pulau Kapas dan sejumlah lainnya. Menurutnya pulau-pulau tersebut tidak bisa dimiliki secara pribadi, tapi kalau ijin pengelolaan diperbolehkan hak guna bangunan saja.

Jadi jika itu pakai hak guna bangunan ada batasnya yakni hingga 30 tahun dan selebihnya pemilik harus mengurua lagi Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). Dan ijin tersebut tidak dikeluarkan oleh pihak kabupaten tapi harus langsung kepada Gubernur DKI Jakarta.

“Kalau saya lihat diklaimnya pulau atau aset Pemprov oleh pihak pengusaha kemungkinan berawal dari kepemilikan pulau secara pribadi. Memang awalnya izin mengelola perkebunan atau menggarap lahan yang ujung-ujungnya dicaplok jadi milik pribadi. Ini tidak boleh, makanya saya sudah minta agar pulau-pulau tersebut segera di pasang plang agar tidak diserobot lagi”tandasnya.

Maka dari itu pihaknya saat ini sudah menugaskan pejabat terkait untuk segera memasang plang, bahwa pulau ini merupakan aset Pemda. Plang itu rencanannya akan dipasang sekitar 37 lokasi.

Ditambahkan oleh Bupati, memang saat ini di Pulau Seribu ada sebanyak 110 pulau. Dari sejumlah itu memang sudah dijadikan tempat pemukiman penduduk dan sebagian lainnya menjadi lokasi wisata dan dikelola oleh pihak swasta. (wandi)