Sunday, 23 September 2018

Badai Matius Hantam Haiti, Banyak Rumah Kehilangan Atap

Rabu, 5 Oktober 2016 — 17:45 WIB
Badai Matius juga membuat permukiman warga banjir (reuters)

Badai Matius juga membuat permukiman warga banjir (reuters)

HAITI– Badai kuat menghantam Tahiti, membawa angin berkecepatan 230km/jam, hujan lebat, dan gelombang badai berbahaya.

Badai Matius, yang merupakan badai Kategori Empat, menyapu Haiti bagian barat dan kini mendekati timur Kuba.

Akses ke Haiti Selatan terputus setelah jembatan yang menghubungkannya ke ibu kota, Port-au-Prince, roboh.

Deputi Walikota Les Cayes, salah satu kota pesisir di Selatan, menyebut kondisi di sana ‘katastrofik.’

Marie Claudette Regis Delerme mengatakan, kota dengan populasi 70.000 warga itu mengalami banjir; dan banyak rumah kehilangan atap. Ia sendiri menyelamatkan diri di tengah rapat ketika tiupan angin kuat merobek atap bangunan.

Seorang pria yang terlalu sakit untuk pergi menyelamatkan diri tewas ketika ombak menghantam kota Port Salut.

Presiden sementara Haiti, Jocelerme Privert, sebelumnya mengatakan sejumlah orang di laut yang tidak ‘mengindahkan peringatan,’ tewas; namun ia tidak memberikan informasi yang lebih rinci.

Pemerintah mengatakan mereka berusaha mengembalikan akses ke semenanjung selatan Haiti setelah jembatan La Digue ambruk sembari mengakui bahwa mencari jalur alternatif akan sulit.

Haiti ialah salah satu negara termiskin di dunia, dan sebagian besar dari 11 juta warganya tinggal di wilayah rawan banjir dan dalam rumah yang rapuh.

Badai Matius atau Matthew diperkirakan akan membawa curah hujan 102cm ke beberapa wilayah seiring bergerak ke utara dengan kecepatan 15km/jam.
Pemerintah Haiti mengatakan, sekitar 1300 tenda darurat telah dibangun, cukup untuk menampung 340.000 orang. Dua bandara di Haiti ditutup.

Unicef mengatakan, lebih dari empat juta anak dapat terpapar dampak badai ini.

“Penyakit yang dibawa oleh air ialah ancaman utama bagi anak-anak dalam kondisi seperti ini. Karenanya pasokan air bersih untuk anak-anak menjadi prioritas utama kami,” kata perwakilan UNICEF, badan anak PBB di Haiti, Marc Vincent.

National Hurricane Center di Florida, AS mengatakan lewat pernyataan pers: “Berdasarkan perkiraan cuaca, mata badai Matthew akan bergerak mendekati bagian timur Kuba (pada Selasa nanti), dan mendekati atau berada di atas sebagian wilayah tenggara dan pusat Bahama (pada Selasa malam) dan Rabu siang, lalu mendekati barat-laut Bahama pada Rabu malam.

Kira-kira 700 pasangan dan anak-anak tentara AS telah diterbangkan dari markas Guantanamo Bay, yang berjarak hanya 80km dari lokasi badai diperkirakan mendarat.

Badai tersebut juga diprediksi menghantam pesisir timur AS akhir pekan ini. Florida, Carolina Selatan, dan sebagian Carolina Utara telah mendeklarasikan kondisi darurat.

Badai Matius ialah badai terkuat di wilayah Kepulauan Karibia sejak Badai Felix pada 2007. (BBC)