Thursday, 24 May 2018

Panglima TNI: Teroris Harus Dimaknai Kejahatan Terhadap Negara

Rabu, 5 Oktober 2016 — 19:20 WIB
gatot

JAKARTA (Pos Kota) –Definisi terorisme harus dimaknai sebagai kejahatan terhadap negara. Hal ini harus diimplementasikan melalui Undang-Undang sehingga TNI memiliki payung hukum yang jelas dalam melaksanakan operasi menumpas aksi terorisme.

“Saya tegaskan yang paling penting adalah definisi teroris dulu. Karena kalau teroris dianggap hanya sebagai tindak pidana maka negara ini akan menjadi tempat yang paling aman bagi teroris. Karena itu definisi harus dipertegas bahwa teroris adalah kejahatan terhadap negara,” ungkap Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 TNI di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (5/10/2016).
.

Menurut Jenderal TNI Gatot, penyamaan persepsi dan definisi soal terorisme harus dilakukan. Ini menjadi hal penting dari upaya penanggulangan terorisme sebagai tindak kejahatan terhadap negara yang selanjutnya diimplementasikan dalam bentuk UU.
Dikatakan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, upaya penanggulangan aksi terorisme di Indonesia dan pencapaiannya merupakan wujud sinergitas antara TNI-Polri.

“Keberhasilan Operasi Tinombala adalah keberhasilan TNI dan Polri, Pedoman TNI adalah undang-undang, kalau perlu dalam undang-undang terorisme tanpa ada satu katapun TNI, tetapi terorisme dapat dipastikan sebagai kejahatan Negara,” ujar Panglima TNI.(*/us)