Monday, 24 April 2017

Anggota DPRD Kecewa Laporan Penistaan Agama oleh Ahok Ditolak Polisi

Jumat, 7 Oktober 2016 — 12:25 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta. (ikbal)

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI, Fajar Sidik, kecewa karena Bareskrim Polri menolak laporannya terhadap Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pelaporan terkait dugaan penistaan agama saat berkunjung ke Kepulauan Seribu.

Menurut dia, alasan penyidik menolak karena tidak ada surat fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. “Saya tidak menyangka kenapa Bareskrim menolak dengan alasan harus ada surat fatwa MUI,” kata Fajar, Jumat (7/10/2016).

Padahal, kata Fajar, Ahok secara jelas telah melakukan penistaan agama yang diatur dalam pasal 165 KUHP. Namun, penyidik menolaknya karena harus menyertakan surat Fatwa MUI. “Baru kali ini saya melapor ditolak, saya sudah dengan cara atas nama pribadi dan Ormas tapi tetap saja ditolak,” ujarnya.

Ia mengatakan Bareskrim mestinya bersikap adil dalam menegakkan hukum di Indonesia, jangan sampai terlihat tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Apalagi, Ahok adalah kandidat bakal calon Gubernur DKI pada Pilkada 2017. “Kalau begini caranya, kalau ada maling harus ada pembuktian dulu mana malingnya. Bareskrim sebagai pengayom harus adil,” tandasnya.

Ucapan Ahok di hadapan warga Pulau Seribu yang dianggap menistakan agama menjadi viral di dunia maya. Pidato Ahok dalam video utuh itu sebetulnya pada bagian awal bercerita soal kesan dia mengenai Kepulauan Seribu yang mengingatkan pada kampung halaman di Belitung. Ahok lalu cerita soal program bantuan mulai dari kapal hingga beras miskin.

Ahok juga cerita program-program Pemprov DKI Jakarta, hingga pandangan dia soal birokrasi yang membebani anggaran yaitu Kepulauan Seribu sebagai kabupaten. Sambil berkelakar Ahok menyebut Kepulauan Seribu bisa dibubarkan. Setelah itu, sampailah pada pernyataan Ahok yang juga menyebut surat Al Maidah dan dianggap menyinggung umat Islam. (guruh)