Friday, 20 September 2019

Menaikkan Tarif Seenaknya, Belasan Bus di Blok M Ditilang

Selasa, 11 Oktober 2016 — 15:25 WIB
Kepala Terminal Blok M, Mulya merazia angkutan umum yang menaikkan tarif kepada penumpang. (Rachmi)

Kepala Terminal Blok M, Mulya merazia angkutan umum yang menaikkan tarif kepada penumpang. (Rachmi)

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Petugas Dinas Perhubungan menilang belasan angkutan umum di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, yang menaikkan tarif  seenaknya, dan tidak ada kelengkapan kendaraan. Selain itu, ada satu bus distop operasi karena tidak ada surat-surat.

Penertiban ini tak urung membuat sejumlah penumpang kelabakan. Terlebih saat petugas menanyakan ke penumpang yang baru turun terkait tarif yang diminta sopir ataupun kernet.

Namun tak sedikit penumpang yang sewot lantaran hingga kini masih saja harus membayar Rp4.000, meski sesuai aturan Rp3.500 per penumpang.

“Penertiban ini harusnya setiap hari supaya awak bus kapok. Karena selama ini saya tetap membayar Rp4.000. Jika diminta kembalian, mereka mengaku tak ada recehan Rp500,” ungkap Yanti,28, karyawan swasta dengan nada jengkel, Selasa (11/10).

Mendengar penuturan tersebut, Kepala Terminal Blok M, Mulya langsung menilang sopir Metro Mini S-69 jurusan Blok M-Ciledug bernopol B 7161 DG.

“Kami sudah sering sosialisasi melalui pengeras suara, pemasangan lembar Pergub di bus-bus maupun razia angkutan umum yang membandel karena menaikkan tarif. Tapi sepertinya nggak kapok ditilang,” kata Mulya.

Sesuai Pergub Nomor 79 Tahun 2016 yang ditandatangani Gubernur dan Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta pada 12 April 2016 mengatur tarif angkutan antara lain angkot, mikrolet menjadi Rp3.000 dari Rp3.500. Adapun bus sedang dan besar turun Rp500 menjadi Rp3.500.

Dalam penertiban tersebut, petugas menilang 10 bus yang menaikkan tarif, juga ada bus karena tidak layak jalan seperti rem tangan tidak berfungsi. Serta 1 unit Bianglala B 7026 IW tanpa surat-surat sehingga dikandangkan. (Rachmi/win)