Friday, 20 September 2019

Walikota Jakpus :

SMPN 137 Layak Jadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional

Selasa, 11 Oktober 2016 — 15:30 WIB
Walikota Mangara Pardede saat menyambut tim verifikasi sekolah Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (Joko)

Walikota Mangara Pardede saat menyambut tim verifikasi sekolah Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Kondisinya sudah nyaman, bersih, dan sehat, SMP Negeri 137 Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sangat layak menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional 2016.

“Pasalnya,  kegiatan belajar-mengajar di sekolah ini sudah sangat nyaman, bersih, dan sehat,” kata Walikota Mangara Pardede saat menyambut tim verifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa (11/10).

Dalam persiapan verifikasi lapangan di calon sekolah adiwiyata tingkat nasional, SMPN 137  sudah mempersiapkan secara maksimal. “Kalaupun ada sedikit kekurangan ini menjadi target untuk diperbaiki,” kata Mangara pada acara yang berlangsung di sekolahan tersebut.

Mangara mengharapkan kepada tim verifikasi  supaya objektif dalam memberikan penilaian. “Jika ada ada kekurangan ataupun kelemahan tolong  diberitahukan agar ini bisa diperbaiki,” tambahnya di hadapan rombongan tim penilai dari pemerintah pusat.

Dikatakan, calon sekolah adiwiyata  yang diusulkan oleh Pemkot Jakarta Pusat  kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebenarnya ada  dua yaitu SDN 01 Johar Baru dan SMPN 137.  Namun setelah melalui proses seleksi ternyata hanya SMPN 137 yang lolos verifikasi dan berhak maju ke tingkat nasional mewakili DKI Jakarta.

Ketua Tim Verifikasi Sekolah Adiwiyata, Restu Yuliani dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berjanji pihaknya akan objektif.

“Saya sudah menerima  dokumen yang diberikan oleh pihak sekolah SMPN 137 Cempaka Putih dan isinya sangat baik dan bagus. Tetapi kami ingin verifikasi di lapangan bertujuan untuk mengecek langsung secara fisik maupun kelengkapan dokumennya,” ucapnya.

Restu menjelaskan dokumen Sekolah Adiwiyata 2016 yang masuk di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lebih dari 900 sekolah. Namun setelah diverifikasi dengan teliti menyusut menjadi  694 sekolah yang akan diverifikasi secara dokumen dan fisik. “Khususnya di DKI Jakarta saja ada 12 sekolah yang maju untuk diverikasi,” jelas Restu.

Adiwiyata bukan ajang lomba. Adiwiyata merupakan program berkelanjutkan yang menerapkan budaya perilaku ramah lingkungan dengan berwawasan lingkungan bagi para pelajar. “Ini akan dijadikan salah satu titik pantau Adipura,” tegas Restu. (Joko/win)