Tuesday, 17 September 2019

40.128 Santri Berbagai Ponpes Tuliskan Mushaf Alquran di Jakarta

Rabu, 12 Oktober 2016 — 15:43 WIB
Para Santri yang sedang mengikuti penulisan Mushaf Alquran di Jakarta

Para Santri yang sedang mengikuti penulisan Mushaf Alquran di Jakarta

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 40.128 santri dari berbagai pondok pesantren (Ponpes) seluruh Indonesia mengikuti penulisan Mushaf Alquran, di Jakarta, Rabu (12/10).

Para santri ini akan menulis Mushaf Alquran sebanyak dua halaman dengan durasi sekitar satu jam, sehingga kegiatan ini akan menghasilkan 132 Mushaf Alquran, dan hasilnya akan diserahkan kepada Presiden Jokowi, saat pembukaan Pospenas (Pekan Olahraga dan Seni Anar Pondok Pesantren), di Serang, Banten pada 22 Oktober 2016.

Kegiatan penulisan Mushaf Alquran diluncurkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan dihadiri Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Machasin dan para Kakanwil Kementerian Agama seluruh Indonesia.

Kamaruddin Amin dalam sambutannya mengatakan, penulisan Mushaf Alquran ini rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Santri yang telah ditetapkan Presiden Jokowi, dan ini merupakan wujud dari pengakuan pemerintah atas perjuangan dan kiprah ulama serta Ponpes.

“Dengan peringatan Hari Santri diharapkan semua elemen bangsa dan generasi mendatang dapat mencontoh, meneladani dan melanjutkan perjuangan ulama-santri pesantren dalam mempertahankan NKRI dan juga kontribusinya dalam pembangunan bangsa,,” papar Kamaruddin.

Sedangkan Menag Lukman memberikan apresiasi kepada santri yang telah partisipasinya dengan mengikuti tradisi menulis Mushaf Alquran. “Indoneisa dengan jumlah pendudukan muslim terbesar di dunia, bukan saja terkenal dalam membaca Alquran, dengan qori dan qoriah kita yang terkenal di dunia,” terang Lukman.

Namun, kata Lukman, melalui tradisi penulisan Mushaf Alquran ini juga mushaf santri  untuk menunjukkan kepada dunia internasional, bahwa kita tidak hanya terkenal dalam membaca Alquran tapi juga  menulis Alquran.

Lukman juga menyebutkan hasil penulisan  Mushaf Alquran ini disebut Mushaf Santri karena dihasilkan dari rangkaian Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2016. Lukman juga berharap agar kita semua terus mengembangkan tradisi penulisan Mushaf Alquran. (Johara/win)