Monday, 23 July 2018

Ini Logika Sederhana Ahok Soal Tempat Hiburan Malam dan Narkoba

Rabu, 12 Oktober 2016 — 15:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengingatkan pencabutan izin usaha Diskotek Milles agar menjadi peringatan keras bagi pengusaha hiburan malam. Ia menegaskan pengusaha yang tak mau bisnisnya ditutup untuk tidak menyalahgunaan narkoba di tempat tersebut.

“Caranya gimana supaya nggak ada narkoba? Ya, pengelola hiburan harus lebih ketat memeriksa tamunya. Entah dengan cara digeledah atau pakai alat tertentu untuk memastikan tamu tidak membawa narkoba,” ujar Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (12/10/2016). Menurutnya, penutupan Diskotek Milles merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya menutup Diskotek Stadium pada tahun lalu.

Dalam upaya penertiban narkoba di tempat hiburan malam, Ahok mengaku hanya menggunakan logika sederhana. “Kalau kamu nggak mau ditutup usahamu ya harus mengamankan. Tapi kalau kamu tidak mau peduli terhadap penyalahgunaan narkoba di tempat usahamu, berarti kamu ikut main. Gitu saja logikanya,” kata Ahok.

Ia telah memerintahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk memperingatkan seluruh pengusaha hiburan malam. Ia menilai pengelola hiburan mestinya dikumpulkan Dinas Pariwisata untuk mendapatkan sosialisasi tentang hal ini.

Ahok menerbitkan Pergub yang intinya akan mencabut izin usaha jika satu tempat hiburan terbukti dua kali terdapat kasus penyalahgunaan narkoba, baik dari kalangan tamu maupun pegawai. Tempat hiburan yang telah dicabut izinnya tidak boleh lagi dipakai untuk bisnis serupa, meski dengan nama berbeda. (joko)