Tuesday, 24 January 2017

JANGAN MERUGIKAN

Rabu, 12 Oktober 2016 — 5:30 WIB

“PILKADA masih 127 hari lagi. Suasananya makin panas saja. Padahal penetapan pasangan calon Gubernur DKI juga belum,” kata Soleh siang itu sambil melepas koran di tangannya.

“Namanya Jakarta. Tarung pilkada kan kayak tarung pilpres. Lihat saja Megawati, SBY dan Prabowo turun tangan menentukan bakal pasangan calon,” kata Lukman.

“Makanya itu wajar suasananya makin panas. Cuma nggak enaknya, agama jangan dibawa-bawalah,” kataku.

“Betul, tapi salurkan saja sesuai aturan dan hukum yang ada,” kataku.

“KPU kok diam saja,” desak Lukman.

“Bukannya diam. Kan calonnya belum ada. Lagi diverifikasi. Maka KPU tak bisa bicara. Nanti kalau KPU sudah menetapkan pasangan calon, baru KPU main,” kata Soleh.

“Kupikir pasangan calon harus jaga kondisi yang baik, jangan bikin rugi apalagi kalau sudah menyinggung umat. Kita hargai Ahok yang minta maaf dan janji tak akan bawa ayat,” kata Lukman.

“Memang Ahok harus begitu. Aku masih ingat dulu, waktu Ketua RW yang lama Jopie Sigar. Aku bilang, RW nggak usah urusi acara keagamaan. Serahkan dan biar urusan masing-masing muat. Misalnya sudah ada Majelis Taklim yang urusi agama Islam. RW urusi acara yang bersifat nasional kayak HUT-RI, HUT-DKI, Sumpah Pemuda. Dan itu berjalan sampai sekarang,” kataku.

“Betul itu. Sebab ada juga orang-orang yang nggak mau kita rukun. Maunya bikin suasana ribut saja. Pihak keamanan juga hendaknya peka dengan keadaan. Warga yang tahu ada hal-hal kurang beres, laporkan ke polisi. Polisi maunya juga cepat bertindak sebelum meluas,” kata Soleh.

“Nah, sekarang kan jalan-jalan di daerah kita sudah rapi,” kataku sambil minum.

“Ya, sudah enak, jalan-jalan ditinggikan dan dibeton. Sekarang beberapa rumah sudah di bawah jalan. Mudah-mudahan nantinya nggak banjir lagi kayak tahun 2007,” kata Lukman.

“Tukang uruk dan tukang las juga banyak kerjaan, betuli pagar dan uruk rumah,” kata Soleh.

“Ya namanya rejeki. Cuma ada yang aku nggak tahu,” kataku.

“Apa itu,” desak Lukman.

“Apakah pembetonan jalan, saluran dan lain-lain pekerjaannya diawasi. Sebab jangan sampai kayak pekerjaan trotoar di beberapa tempat, sudah jadi banyak yang rusak,” kataku.

“Kupikir di tempat kita ada yang sudah ngawasi, cuma kita nggak tahu saja,” kata Soleh.

“Kalau di tempat kita, kulihat kerjanya bolehlah. Paten,” kata Lukman angkat kedua jempol.

“Ya, mudah-mudahanlah wakil kita di DPRD sempat mengawasi pembetonan jalan, penurapan kali dan lain-lain. Tidak disibukkan urusan pilkada. Jadi pemborong juga tak rugi. Begitu ada yang nggak beres, cepat dikasih tahu, nggak dibiarkan saja,” kataku. (lubis1209@gmail.com)

Terbaru

wn2
Selasa, 24/01/2017 — 18:09 WIB
Ditangkap di Rumah Mewah di Kapuk
Sepasang Kekasih Diduga Pengendali Tujuh WN Tiongkok
ahok
Selasa, 24/01/2017 — 17:47 WIB
Juru Kamera Tak Simak Omongan Ahok