Friday, 20 September 2019

Menperin Ajak Insinyur Indonesia Tingkatkan Daya Saing Industri

Rabu, 12 Oktober 2016 — 9:06 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersamaMenteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menandatangani Nota Kesepahaman tentang penyelenggaraan Program Profesi Insinyur pada acara pembukaan Rapimnas Persatuan Insinyur Indonesia di Jakarta, 11 Oktober 2016. (ist)

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersamaMenteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menandatangani Nota Kesepahaman tentang penyelenggaraan Program Profesi Insinyur pada acara pembukaan Rapimnas Persatuan Insinyur Indonesia di Jakarta, 11 Oktober 2016. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) harus berperan aktif mendorong pertumbuhan dan peningkatan daya saing industri nasional. Langkah strategis yang dapat dilakukan para insinyur profesional adalah, bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan industri di berbagai sektor.

“Kami berharap kontribusi dari para insinyur melalui penguatan networking di berbagai sektor untuk mengembangkan inovasi-inovasi agar industri kita dapat lebih berkembang maju dan berdaya saing tinggi, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” kata  Menperin Airlangga Hartarto pada Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia di Jakarta.

Menperin menegaskan, pihaknya telah merumuskan beberapa kebijakan untuk mendongkrak daya saing industri nasional, diantaranya penerapan new industrial revolution versi 4.0 dan hilirisasi sumber daya alam.

“PII harus ikut masuk ke sektor ini. Apalagi, Indonesia negara tujuan investasi kesembilan di dunia atau masih di atas negara-negara ASEAN,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PII Hermanto Dardak mengaku siap mendorong insinyur Indonesia untuk memiliki kompetensi internasional agar mampu bersaing dengan insinyur asal negara-negara lain. “Kami tengah menyiapkan program pengembangan keprofesian berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam menjalankan program penciptaan insinyur profesional di Indonesia, PII akan bekerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementerian Perindustrian.

Pada kesempatan tersebut, Menperin Airlangga Hartarto dan Menristekdikti Mohamad Nasir menandatangani Nota Kesepahaman tentang penyelenggaraan Program Profesi Insinyur. “Lulusan insinyur yang baru akan dipersyaratkan untuk magang selama dua tahun agar bisa terdaftar dan diakui sebagai insinyur untuk praktek sebagai profesional termasuk yang bekerja di sektor industri,” tutur Hermanto.

Revolusi Industri

Mengenai revolusi industri ke-4, Airlangga menjelaskan, era ini ditandai dengan meningkatnya keterkaitan antara manusia, mesin dan sumber daya alam melalui konvergensi teknologi informasi dan e-manufacturing lanjutan. Era ini juga semakin menguatkan hubungan dunia digital dengan sektor industri.

“Platformnya, yakni internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan line production. Di Indonesia sudah ada satu perusahaan yang sudah ada modelnya, yaitu di innovation center Matsushita. Di sana sudah ada satu assembly line production untuk elektronika,” paparnya.

Airlangga meyakinkan, industri yang menerapkan industry 4.0 akan memiliki keunggulan kompetitif. “Ke depannya, pengoperasiannya bisa melalui ponsel dengan internet yang terkoneksi pada lini produksi,” tuturnya.(Tri/mb)