Saturday, 22 September 2018

Senang Banget Bikin Gaduh, Sih?

Rabu, 12 Oktober 2016 — 5:50 WIB
g

“ HALO, kok bikin gaduh lagi sih?”

“ Wah, saya kan sudah minta maaf. Itu salah ngomong, saking semangatnya bisa dong manusia itu keseleo lidah. Jadi jangan dianggap saya sengaja mau ngomong begitu. Percaya deh, saya nggak ada maksud apa-apa. Sungguh!”

“ Tapi ini sudah terlanjur …nasi sudah menjadi bubur!”

“ Jangan begitu dong, Pak, saya kan sudah minta maaf. Masa tiada maaf darimu?” ujar Bang Jalil, terus menutup HP-nya.

“ Bapak salah apa sih, kok sampai minta maaf segala?” ujar sang istri sambil menyediakan kopi hangat.

Bang Jalil diam. Nggak mau ngomong. Walau pun sama istri sendiri, dia mau tutup mulut. Takut melebar kemana-mana. Berita kecil bisa jadi besar. Apalagi sekarang, sang istri sudah paham BB, WA , facebook dan semacamnya.

Sepeti kata peribahasa, orang kalau dititipi uang berkurang, tapi kalau dititipi omongan selau bertambah! Nggak semua memang, tapi kayaknya banyak yang begitu. Betul?

“ Ngomong apa sih Bapak, kok sampai bikin gaduh seisi kampung?” desak sang istri.
Bang Jalil menarik nafas panjang, lalu dia bicara; “ Bapak nggak ngomong apa-apa, Bu. Sekarang ini, yang lagi pada berebut ngomong itu orang-orang di atas sana, para calon bupati, walikota dan gubernur, saling menghujat. Menjatuhkan satu sama lain. Biasa yang satu menjelekkan yang satu. Hanya dia sendiri yang paling bener. Malah saking semangatnya, jadi pada asal ngomong. Nggak peduli akibatnya. Jadi ya gaduh, deh!” ujar Bang Jalil panjang lebar.

“ Tapi, kok Bapak ikutan minta maaf, pasti Bapak ikutan salah ngomong, ya? desak sang istri

“ Ya, Bapak minta maaf Bu. Sekali lagi minta maaf sama Ibu,” kata Bang Jalil lagi.

“Pokoknya tiada maaf bagimu! Ibu mau uang belanja dobel sama yang kemarin!” ujar sang istri. -massoes