Thursday, 20 September 2018

Walikota Depok: Data Ulang Pangkalan Elpiji, Deperindag Harus Koordinasi

Rabu, 12 Oktober 2016 — 11:22 WIB
Walikota Depok Muhammad Idris saat dialog dengan pemilik warung di Cimanggis. (anton)

Walikota Depok Muhammad Idris saat dialog dengan pemilik warung di Cimanggis. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Walikota Depok minta  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan yang ada melakukan pendataan ulang terhadap pangkalan penjual gas elpiji yang ada.

“Saya sudah minta agar seluruh lurah dan camat berkoordinasi dengan jajaran Disperindag untuk melakukan pendataan ulang kepada pangkalan atau distributor penjualan gas elpizi karena penjualan gas elpizi tak boleh dilakukan sembarangan,” kata Walikota Depok Muhammad Idris didampingi Kepala Disperindag setempat A. Kafrawi, Rabu (12/10).

Selain karena kurang layak juga dikhawatirkan bakal terjadi masalah baik kebocoran tabung gas, menimbulkan sakit sesak nafas maupun lainnya dilingkungan sekitar saat menjual tabung gas elpizi tersebut. Terlebih warung kecil atau rumahan tidak ada perjanjian kontrak apapun dengan pangkalan gas elpizi.

“Yang jelas warung kecil tentunya dilarang untuk menjual gas sembarangan termasuk adanya kasus gas elpizi yang berisi air saat dibeli konsumen atau warga di kawasan Kec. Cimanggis yang sangat meresahkan masyarakat kemarin (Selasa (11/10),” ujarnya.

Hasil pendataan tentunya akan diserahkan ke Propinsi Jawa Barat karena yang berwenang menindak menentukan tentunya pihak propinsi Jawa barat untuk Kota Depok hanya melakukan pendataan saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Depok A. Kafrawi, mengatakan siap melakukan pendataan dengan bekoordinasi jajaran di tingkat kelurahan maupun kecamatan karena data penjualan gas elpizi rumahan tentunya yang lebih paham kelurahan dan kecamatan. “Untuk distributor atau pangkalan yang menjual gas elpizi yang resmi sekitar 24 untuk agen dan 500 pangkalan tersebar di 11 kecamatan,” tambahnya. (anton/win)