Saturday, 22 July 2017

Shabu 12 Kg Disita dari Jaringan Malaysia-Jerman-Indonesia

Kamis, 13 Oktober 2016 — 14:23 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar sindikat narkoba jaringan internasional Malaysia dan Jerman, yang memasukan narkotika ke Indonesia. Shabu seberat 12 kilogram dan 49.447 butir ekstasi disita petugas.

Dari pengungkapan itu, lima pelaku diantaranya, Bustomi (29), Hasan Basri (23), Yus Nanda (24), Zul Helmi (25), dan Insan Kamil (24), diciduk petugas. Dalam pemeriksaan terungkap mereka memiliki peran masing-masing dalam penyelundupan shabu 12 kilogram tersebut.

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil penelusuran BNN yang bekerja sama Polda Sumut. Barang yang dikirim dari Malaysia itu masuk melalui Aceh dan dibawa ke Medan. “Penelusuran itu sendiri sudah dilakukan selama dua bulan belakangan ini,” katanya, saat jumpa pers, Kamis (13/10/2016).

Dikatakan Buwas, dari penelusuran itu, pada 6 Oktober kemarin, pihaknya meringkus kelima pelaku di sebuah rumah di kawasan Medan. Shabu seberat 12 kilogram ditemukan petugas yang sebelumnya dibawa menggunakan jalur darat. “Dalam aksinya salah seorang pelaku berperan pengawal jalan kami ringkus juga,” ungkapnya.

Menurut mantan Kabareskrim, shabu yang berasal dari negeri Jiran itu diduga akan diselundupkan ke sejumlah wilayah di Medan, Lampung, dan DKI Jakarta. Pengirimannya pun menggunakan modus lama karena melalui jalur Aceh lalu ke Medan. “Makanya kami akan kembali mengetatkan pengawasan di kawasan tersebut,” ujar Buwas.

Sementara dari jaringan Jerman, lanjut Buwas, diamankan 49.447 ekstasi dengan berat 20.900 gram. Paket tersebut diungkap oleh BNN dan Bea Cukai DKI Jakarta pada tanggal 19 dan 29 Agustus 2016 lalu. “Barang bukti itu dimasukan ke Indonesia menggunakan jasa pengiriman barang yang disamarkan di dalam kotak snack. Ini dari Jerman, Eropa,” ungkap Buwas.

Dikatakan Buwas, jaringan eropa ini dinilainya mulai aktif kembali. Pasalnya, beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan narkotika dari negara Amerika yang akan masuk ke Indonesia. “Barang itu sendiri, tertulis akan sebagai penerima di Jakarta Barat, namun begitu di cek ternyata alamat palsu. Saat ini, kami sudah berkoordinasi sengan kedutaan kita di Jerman, untuk mengungkap kasus ini,” ungkap Buwas.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam dijerat dengan pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo pasal Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati. (ifand/M23)