Monday, 19 November 2018

Dukun Sri Gandakan Uang, Ternyata Jadi Uang Kertas Upin-Ipin Rp100 Ribu

Jumat, 14 Oktober 2016 — 16:24 WIB
Wakapolresta Depok AKBP Candra Kumara didampingi Kapolsek Bojonggede Kompol I Ketut Kopi Asditha sedanh mengintrogasi pelaku kasus pengandaan uang (angga)

Wakapolresta Depok AKBP Candra Kumara didampingi Kapolsek Bojonggede Kompol I Ketut Kopi Asditha sedanh mengintrogasi pelaku kasus pengandaan uang (angga)

DEPOK (Pos Kota) – Ibu rumah tangga di Bojonggede, yang mengaku bisa menggandakan uang, Sri S, membuat aturan buat orang yang datang untuk meminta jasanya. Ini seperti diungkapkan Nunung yang mengaku jadi korban. Ia diminta dukun Sri, selama empat hari tidak boleh menemui tamu.

Menurut Wakapolresta Depok AKBP Candra Kumara, pihaknya memang menerima pengaduan  Nunung yang menyatakan dari korban dukun Sri S. Dari aduan itu, Sri S juga mememinta syarat, yakni enam ember berbeda warna. Pelaku dukun itu sendiri sudah ditangkap di rumah kontrakannya daerah Kampung Caringin, Desa Ragajaya, Tajurhalang,  Kamis (13/10) malam.

Diungkapkan AKBP Candra Kumara, Nunung pada 24 Agustus mengaku telah ditipu pelaku hingga mengeluarkan uang mencapai Rp. 22 juta.  Pelaku memberikan tiga buah ember dengan warna berbeda bahwa atas dari petunjuk kepada korban nanti uang yang diminta ada dalam ember.

(Baca: Ibu Rumah Tangga Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp5 Juta Jadi Rp 5 Miliar)

“Korban telah berkali-kali menyerahkan uang kepada pelaku dengan total Rp22 juta. Lantaran korban mulai curiga menurut pelaku selama empat hari jangan menerima tamu, setelah dibuka ternyata masing-masing ketiga ember tersebut berisi pakaian dan sebungkus uang kertas Ipin Upin palsu pecahan Rp. 100 ribu,” kata AKBP Candra Kumara, perwira jebolan Akpol 1995 dalam jumpa pers di Polresta Depok, Jumat (14/10) siang.

Mantan Kapolres Belitung dan Belitung Timur ini menambahkan atas perbuatan pelaku dikenakan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

“Diimbau kepada masyarakat jangan cepat tergiur dan menggunakan cara instan untuk memperoleh hasil besar. Dan juga jangan terlalu percaya bagi katanya orang yang bisa menggadakan emas atau uang secara gaib,” katanya. (angga/win)