Saturday, 22 September 2018

Sekali Gunakan Ilmu Hitam Tiga Bini Tetangga Ternodai

Jumat, 14 Oktober 2016 — 6:10 WIB
pelet

JIKA seks dijadikan panglima, kelakuannya ya bisa seperti Midun, 40, dari Dumai (Riau) ini. Sudah punya istri, masih ngincer bini-bini tetangga. Maka dengan ilmu hitam, kontraktor muda ini berhasil meniduri sejumlah bini tetangga usia 34-40 tahun. Semuanya berlangsung di bawah alam sadar.

Belajar Ilmu Bumi itu mudah, begitu juga Ilmu Alam dan Ilmu Hayat. Sebab murid SR tahun 1960-an pasti semua diajari oleh Pak Guru, yang kala itu belum dapat sertifikasi. Tapi kalau belajar Ilmu Hitam, wah…..itu tidak mudah. Banyak laku (persyaratan) yang harus dilalui, dari puasa pati geni 40 hari, pantang makan ini itu, sampai baca mantra-mantra bertuah.

Midun warga Bumiayu Dumai Selatan, sebetulnya sudah sukses jadi kontraktor. Banyak proyek yang sudah dikerjakan, dengan keuntungan gede. Soalnya dia berani nyogok gede sama pengawas, sehingga meski mutu bangunan dicolong melulu, pembayaran per termin selalu lancar.

Tapi meski duit banyak, Midun tak juga puas. Dia lebih puas justru ketika berhasil menginvestasikan uangnya di bidang selangkangan! Maklum, dia itu termasuk lelaki mata keranjang. Asal melihat perempuan cantik, matanya lalu melotot. Otaknya juga langsung mendadak ngeres, karena membayangkan betapa asyiknya bilamana bisa menggaulinya. “Kalau model begini, dua putaran rasanya juga kena,” kata batinnya, kayak mau Pilkada saja.

Mengapa Midun menganggap gampang dalam hal menaklukkan wanita? Karema diam-diam dia telah memiliki ilmu hitam, bolehnya belajar pada dukun terkenal di daerahnya. Dengan ilmu tersebut dia telah berhasil menodai sejumlah istri tetangga yang berusia sekitar 35-40 tahun. Ketika ilmu hitam jenis Semar Mesem itu diaplikasikan, wanita yang jadi sasaran seperti kerbau dicocok hidungnya. Dia menurut saja disetubuhi, meski yang minta bukan suami. Dia baru sadar ketika skor sudah dua – kosong.

Tapi karena itu merupakan aib, selama ini tak ada bini warga yang berani mengadu ke polisi. Semua dipendam dalam hati saja, toh “aset” tetap utuh dan suami tidak tahu. Dan karena semua memilih diam, Midun pun semakin menjadi-jadi sebagai pejuang selangkangan.

Tapi sial beberapa hari lalu. Ketika Midun sedang menggarap salah seorang istri warga, suaminya memergoki. Langsung jadi geger. Para wanita yang selama ini diam, akhirnya ikut bicara. Total jendral ada tiga wanita yang mengaku pernah dinodai kontraktor tersebut. Sebetulnya korban lebih banyak, tapi seperti yang sudah disebutkan di atas, para ibu rumahtangga itu berpinsip: yang penting “aset” masih utuh.

Sebetulnya sejumlah warga emosi, sehingga ingin menghabisi Midun. Untung sebelum aksi barbar itu terjadi, polisi berhasil mengamankan Midun. Dalam pemeriksaan dia mengakui terus terang bahwa telah menodai sejumlah wanita tetangga, “Tapi yang hanya tiga orang, seperti yang sudah melapor ke polisi itu.”

Yang bener? Kalau bohong nanti sampetan dikebiri lho. (JPNN/Gunarso TS)