Friday, 24 February 2017

Berlomba dalam Keburukan

Sabtu, 15 Oktober 2016 — 6:17 WIB
digeruduk

Oleh S Saiful Rahim

SETELAH mengucapkan assalamu alaykum ketika masuk ke warung kopi Mas Wargo, mengucap bismillah ketika duduk, dan mengucap astaghfirullah, barulah kemudian Dul Karung mencomot singkong goreng yang masih kebul-kebul.

“Mengapa tidak sekalian mengucapkan inna lillahi, Dul? Kan baru saja tiga hari yang lalu Raja Thailand yang amat dicintai rakyatnya itu mangkat,” kata orang yang duduk di dekat pintu masuk seraya bergeser memberi tempat untuk Dul Karung duduk.

“Wah itu tidak boleh,” jawab Dul Karung sambil mengunyah singkong.

“Mengapa tidak boleh?” tanya orang yang duduk di ujung kanan bangku panjang tempat semua hadirin duduk. Kecuali Mas Wargo.

“Begitulah yang pernah kudengar dikatakan oleh ustadz Marzuki ketika aku belajar mengaji pada beliau,” jelas Dul Karung sambil terus mengunyah.

“Lalu mengapa kau mengucap astaghfirullah?” tanya seseorang yang entah siapa dan duduk di sebelah mana.

“Ooo itu? Karena para calon Gubernur DKI Jakarta dan para simpatisan serta anggota tim sukses beliau saling mencela atau membeberkan kekurangan atau cacat kandidat lawannya,” jawab Dul Karung dengan yakin dan mencoba meyakinkan.

“Aku setuju dengan tindakanmu Dul,” sambut Mas Wargo yang biasanya jarang ikut campur obrolan para pelanggannya.

“Iya betul, Dul. Masa kampanye belum tiba, saling sindir, bahkan saling cela, ramainya sudah seperti di pasar burung saja,” sela orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang.

“Padahal pasar burung pun sekarang sepi, karena diganti menjadi pasar obat,“ sambar orang yang duduk tepat di kanan Dul Karung.

“Ya tentu saja. Obat kan tidak seperti burung yang pandai mengoceh. Kalau obat pandai mengoceh, tentu dia akan memekik ‘awas yang sebelahku ini obat palsu. Obat yang dioplos dengan racun.’ Kalau bisa begitu, pasti pasar obat akan lebih riuh daripada pasar burung,” kata Dul Karung dengan kesan seperti asal ngomong saja.

“Betul itu Dul! Dan kalau bisa begitu pasti suasana negeri kita kian galau,” tanggap orang yang duduk selang tiga di kanan Dul Karung. “Suara-suara yang menentang firman Allah Swt akan bertambah ramai dan berpariasi,” sambung orang itu lagi sebelum menyesap kopinya yang masih kebul-kebul.

“Kau jangan menyebut-nyebut menentang firman Allah dong. Itu artinya kau turut menyindir, bahkan menohok, seorang calon Gubernur DKI Jakarta,” kata orang yang duduk tepat di depan Mas Wargo sehingga pemilik warung kopi itu memalingkan wajahnya, menatap si pembicara.

“Wah, Anda jangan sensitif begitu dong. Yang dimaksud dengan menentang firman Allah, mungkin Allah memerintahkan berlomba-lomba dalam kebaikan, tetapi yang banyak dilakukan sekarang adalah berlomba-lomba dalam keburukan,” sergah Dul Karung seraya meninggalkan warung dengan begitu saja. Tanpa membayar apa pun yang sudah dinikmatinya.(syahsr@gmail.com)

Terbaru

Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menerima pengurus PWNU DKI di rumah.(julian)
Jumat, 24/02/2017 — 10:40 WIB
Pagi-pagi, Anies Terima PWNU DKI di Rumah
Walikota Mangara secara simbolis menyerahkan BPNT kepada warga Kecamatan Senen. (Joko)
Jumat, 24/02/2017 — 10:38 WIB
Lurah dan Camat di Jakpus Awasi Distribusi BPNT
Arsenal's Nasri celebrates scoring against Fulham during their English Premier League soccer match in London
Jumat, 24/02/2017 — 10:37 WIB
Bela Wenger, Nasri: Pemain Berutang Padanya
Justin Bieber. (reuters)
Jumat, 24/02/2017 — 10:14 WIB
Muncul dengan Celana Basah, Justin Bieber Ngompol?