Tuesday, 20 August 2019

Ratusan Imigran di Puncak Dirazia

Minggu, 16 Oktober 2016 — 0:59 WIB
Hawa sejuk kawasan Puncak , Bogor

Hawa sejuk kawasan Puncak , Bogor

BOGOR (Pos Kota) – Ratusan imigran di kawasan Puncak, Bogor dijaring petugas Kantor Imigrasi Bogor, Sabtu (15/10). Razia bertujuan menjaga situasi kamtibmas di kawasan wisata tersebut.

Ratusan imgran asal Irak dan Afghanistan dirazia seiring semakin maraknya pendatang dari sejumlah negara Timur Tengah. “Operasi ini sasarannya para pencari suaka dan pengungsi ke Indonesia terutama di kawasan Puncak, Bogor,” kata Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Herman Lukman, Sabtu (15/10)

Selain melakukan pendataan dalam rangka Hari Bhakti Kementerian tentang operasi penegak hukum, juga dimaksudkan meniptakan kondisi keamanan di kawasan wisata tesebut. “Dari data 2015, jumlah imigran yang tinggal di kawasan Puncak, sebanyak 1.559 dari negara Afganistan dan Irak. Saat ini kami belum mengetahui berapa pastinya jumlahnya, nan setelah kita laukan pendataan,” katanya.

Setelah dilakukan pendataan, setiap imigran diberi buku panduan yang isinya tentang identitas imigran tersebut. “Jika pendataan ini ditemukan imigran gelap yang tidak dilengkapi dokumen, kami tetap akan memprosesnya,” katanya.

PRO KONTRA

Keberadaan imigran di Kampung Tugu Utara, di Kecamatan Cisarua ini kerap menimbulkan pro dan kontra lantaran dipicu oleh kecemburuan sosial. “Bagi yang rumahnya disewa imigran, mendapatkan keuntungan, tapi yang tidak mendapatkan keuntungan menimbulkan kecemburuan sosial. Ini yang memicu keresahan,” tambahnya.

Selaian itu kultur dan budaya meraka jelas berbeda. Itu yang dikhawatirkan memicu terjadinya konflik di tengah masyarakat,” jelasnya. Para imigram ini di bawah naungan lembaga UNHCR atau lainnya dan berasal dari negara konflik di wilayah Timur Tengah seperti Afganistan, Pakistan, Sudan, Irak dan Palestina.

Bagi imigran yang terbukti menyalahi aturan keimigrasian, maka akan langsung diproses dan selanjutnya dideportasi kenegara asalnya. “Razia ini terus kami lakukan,” katanya. (iw)

  • Supirah Sapri

    Kalau pendatangnya kaya raya bawa modal besar trilyunan bikin pabrik sih gak papa, ini yg wanita jual diri yang pria beli diri. rusak lah rusak kawasan puncak akibat puncak kenikmatan haram