Friday, 20 September 2019

BPJS Ketenagakerjaan Adakan Kerjasama KADIN

Senin, 17 Oktober 2016 — 12:34 WIB
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dan Ketua KADIN Indonesia Rosa P.  Roeslani bersama direksi BPJS Ketenagakerjaan lainnya dan pengurus KADIN lainnya.(tri)

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dan Ketua KADIN Indonesia Rosa P. Roeslani bersama direksi BPJS Ketenagakerjaan lainnya dan pengurus KADIN lainnya.(tri)

JAKARTA (Pos Kota) – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Industri ‘kaget’ dengar besarnya santunan dan manfaat tambahan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) kepada peserta.

“Kami belum tahu secara detail tentang informasi santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Ternyata banyak juga manfaatnya yang positif ya,” kata Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani disela acara penandatanganan kerjasama antara Kadin dan BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta.

Mendengar penjelasan secara gamblang tentang empat program BP Jamsostek yang sangat besar manfaatnya, Roslan mengundang Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto untuk menyosialisasikan lebih lanjut program BP Jamsostek dalam Rapat Pimpinan Kadin yang diikuti seluruh pengurus Kadin di pusat dan di daerah pada Desember 2016.

“Kadin adalah mitra strategis dan berharap semua elemen bisa disinergikan. Saya antusias atas undangan Kadin dalam Rapim pada Desember nanti,” kata Agus Susanto.

Agus mengungkapkan, BP Jamsostek dalam misinya antara lain mendukung pembangunan dan kemandirian perekonomian Nasional. Untuk itu terus melakukan kerjasama dengan organisasi-organisasi strategis pekerja dan pengusaha.

Menurutnya, kerjasama denngan KADIN lebih kepada sinergitas penyelenggaraan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dalam bentuk sosialisasi bersama, program kerja bersama serta dukungan KADIN Indonesia ke tingkat cabang untuk perluasan kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

KADIN Indonesia merupakan organisasi yang telah terbentuk sejak tahun 1987 yang menjadi payung bagi dunia usaha Indonesia. Kadin Indonesia adalah satu-satunya organisasi yang mewadahi para pengusaha Indonesia.

“Semua kerjasama yang kami jalin tentunya kami. harapkan dapat didukung oleh semua pihak, terutama pada perusahaan atau pemberi kerja. Agar perlindungan bagi para pekerja mereka dapat dilaksanakan. Selain itu, risiko kerja yang timbul juga dapat dialihkan kepada BP Jamsostek,” kata Agus.

Dengan demikian, perusahaan bisa fokus dengan operasional dan pelayanan mereka. “Risiko kerja sudah jadi tanggung jawab BP Jamsostek bagi semua perusahaan yang terdaftar dan mengikuti regulasi yang ada” kata Agus.

Saat ini ada 600.000 perusahaan, tapi baru 352.000 perusahaan yang terdaftar atau baru 60%. “Kami berharap Kadin bisa membantu yang 40% untuk mendaftar,” tandasnya.

(tri/sir)