Saturday, 29 April 2017

Geger Pungli, Pungli, Pungli!

Senin, 17 Oktober 2016 — 5:44 WIB
jogo

PUNGLI. Artinya, semua orang tahu. Tapi nggak semua orang sadar kalau melakukan pungli itu melanggar hukum. Buktinya, pungutan liar masih saja terjadi, di jalan di kantor-kantor pemerintah Sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.

Pekan ini kasus pungli bikin geger dan sampai bikin marah Presiden Joko Widodo. “Pecat saja oknum yang melakukan pungli!” ujarnya geram.

Ini berkaitan dengan tertangkap tangannya oknum pungli di satu kementerian. Petugas operasi menyita uang sogokan puluhan juta di meja oknum. Hem, mau menghitung berapa banyak uang pungli yang ditabur penyuap setiap bulannya? Nggak sanggup ngitung dah!

“Kenapa masih ada pungli?”

“ Ini karena masyarakat masih kurang sadar, bahwa pungli itu salah, tidak dibenarkan, karena merugikan banyak orang. Bukan saja petugas, tapi masyatrakat.”

“ Tapi kalau nggak ngasih, urusannya dipersulit?”

Bang Jalil diam. Iya juga, ya? Tengok saja peristiwa sehari-hari yang terjadi di jalanan. Terutama para sopir yang sudah hafal berurusan dengan oknum yang suka pungli. Masih ada petugas yang menakut-nakut kalau sidang lebih mahal. Makanya lebih baik, cincay-cincay aja deh, lebih murah.

“ Kasus pungli ini bukan saja menjengkelkan Bapak Presiden, tapi juga masyarakat luas. Jadi kapan negeri ini bisa bebas pungli?”

“ Wah, nggak bisa jamin, deh!” ujar Bang Jalil yang bicara dengan kawannya melalui HP.

“ Bapak ngomong pungli. Inget Bapak kan juga pernah mgasih oknum. Itu namanya Bapak setuju sama pungli?” ujar sang istri tiba-tiba.

Bang Jali nggak menjawab kalau sang istri sudah berkomentar. Dia lebih suka membuka dompet dan menyodorkan sejumlah uang pada sang istri.

“ Ini bukan uang pungli, kan Pak?” ujar sang istri sambil tersenyum.
Bang Jalil ikut tersenyum, kecut. -massoes