Monday, 19 August 2019

Masih Ditemukan Makanan Berbahaya di Pasar Tradisional

Selasa, 18 Oktober 2016 — 21:26 WIB
Tim jejaring keamaan pangan Jaktim saat sidak di pasar Kramatjati. (Ist)

Tim jejaring keamaan pangan Jaktim saat sidak di pasar Kramatjati. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota)- Tim Jejaring Keamanan Pangan Kota Administrasi Jakarta Timur menemukan bahan makanan yang mengandung zat berbahaya di Pasar Kramajati, saat dilakukan Sidak, Selasa (18/10). Sidak yang dilakukan untuk tahap IV tersebut juga menyambangi Pasar Jambul, Pasar Ciracas, Pasar Cijantung, Pasar Cibubur dan Pasar Ciplak.

Tercatat lima makanan mengandung zat berbahaya yaitu Kerupuk Merah mengandung Rhodamin B, Mie Kuning (Formalin), Kue Mangkok (Rhodamin B), Tahu Putih (Formalin) dan Kerupuk Tempe (Boraks) yang ditemukan di Pasar Kramatjati, serta di Pasar Ciracas ditemukan Ikan Jambal mengandung Formalin.

“Semua sampel bahan makanan dikumpulkan di Pasar Kramat Jati untuk diperiksa uji laboratorium,” kata Siti Halimah, Kepala Seksi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Jakarta Timur, di Pasar Kramatjati.

Total ada 384 sampel makanan yang dikumpulkan dengan rincian masing-masing pasar dikumpulkan 64 sampel makanan, terdiri dari 24 produk pertanian, 24 produk perikanan dan 24 produk peternakan.

Menurut Halimah pada sidak kali ini, ada penurunan temuan makanan yang mengandung zat berbahaya di pasar-pasar yang disidak.

“Ada penurunan dari sebelumnya karena jika ada pedagang yang menjual makanan yang mengandung zat berbahaya, pihak pasar akan menindak tegas pedagang tidak boleh berjualan lagi di pasar,” ucapnya.

Agus Lamun Kepala PD. Pasar Kramatjati mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan sidak makanan ini. Menurutnya, sidak ini sebagai salah satu kegiatan yang mampu memberikan edukasi kepada para pedagang.

“Diharapkan nantinya para pedagang tidak menjual makanan yang mengandung zat berbahaya, karena dapat merugikan bagi pedagang dan juga masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Timur Erick Pahlevi Zakaria Lumbun, mengatakan, Pemkot Jakarta Timur akan terus menggelar sidak, khususnya di pasar-pasar. “Kegiatan ini dilakukan terus-menerus agar para pedagang tidak menjual lagi makanan yang mengandung zat berbahaya,” kata Eric. (Inung)