Tuesday, 25 September 2018

RPTRA Disebut Program Lama, Ahok : Ini Beda!

Selasa, 18 Oktober 2016 — 16:17 WIB
Warga sedang beraktivitas olahraga di RPTRA Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Joko)

Warga sedang beraktivitas olahraga di RPTRA Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  dengan tegas membantah pernyataan mantan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Sylviana Murni bahwa program Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) adalah program lama.

Dalam pernyataannya, Sylviana mengatakan jika Ahok hanya meneruskan program yang dulunya bernama Taman Interaktif.

Ahok menjelaskan, Taman Interaktif yang dimaksud calon wakil gubernur itu adalah program pembuatan taman kecil dari gubernur pendahulu. Namun menurutnya, program tersebut tidak berjalan efektif.

” Jadi RPTRA ini berbeda dengan taman interaktif. kalau dulu mereka konsepnya bikin taman tiap RW, beli tanah 200 meter lalu orang bisa kumpul,” katanya di rusun Marunda usai meresmikan RPTRA Marunda, Selasa (18/10/2016).

Menurutnya RPTRA memiliki konsep yang lebih besar dari sekadar taman. RPTRA memiliki konsep yaitu tempat berinteraksi sosial dan berbagi kepedulian serta menjalin hubungan kekeluargaan antar warga sekitar. RPTRA juga dibuat menjadi tempat yang ramah bagi semua warga, termasuk wanita hamil dan lanjut usia.

“Makanya kita gunakan pemetaan sosial menggunakan (melibatkan) universitas,” tambahnya. Ini orisinil dari pertemuan yang kita ciptakan,” tambahnya.

Sebelumnya, calon wakil gubernur Sylviana Murni mengatakan kebijakan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama membangun sejumlah ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), bukanlah program baru. Menurutnya, kebijakan tersebut sudah ada jauh sebelum gubernur yang akrab disapa Ahok itu memimpin. Hanya saja namanya berbeda. (ikbal/mb)