Wednesday, 19 September 2018

Awalnya Teman di Kantor Akhirnya Teman di Ranjang

Rabu, 19 Oktober 2016 — 7:02 WIB
jab

INI kisah permesuman yang klasik, teman di kantor diajak jadi teman di ranjang. Rais, 40, seorang pejabat di Kabupaten Banjarbaru (Kalsel), terancam dipecat gara-gara kelonan dengan Aminah, 34, bawahannya di kantor. Warga pun marah, di kala pisah ranjang dengan istri, kok malah bawa-bawa wanita ke rumah.

Lelaki itu tak bisa dipisahkan dengan wanita, seperti mur dengan baut begitu. Ada mur, pasti baut berdatangan. Saking rakusnya itu baut, mur satu saja tidak cukup, koleksi mur sampai 4. Padahal satu saja mur takkan habis atau dimakan rayap. Alasan klasik baut, mur itu sudah banyak aus dratnya.

Adalah Rais, pejabat di Pemkab Banjarbaru. Sudah beberapa waktu lamanya dia pisah ranjang/rumah dengan istrinya. Apa persoalannya tidak jelas. Yang pasti Rais tidak suka, karena Dewi, 37, istrinya jika dinasihati malah melotot matanya. Padahal maunya Rais, sang istri itu selalu patuh pada suami, melayani sambil merem melek.

Tapi Rais memang lelaki tidak adil. Menuntut istri merem melek, dia sendiri malah suka lirik sana lirik sini, tidak fokus pada keluarga. Salah satu contoh, ketika rumahtangganya ada konflik, pisah ranjang itu malah disikapi dengan lirik sana lirik sini ke perempuan lain. Katanya, “Lama nggak merokok, kan jadi asem…..”

Paling kurang ajar, ketika istri memilih tinggal di rumah orangtua bersama anak-anak, eh dia justru memanfaatkan rumah pribadinya untuk membawa wanita lain ke rumahnya di Jalan Kuda Kencana, Wengga, Kelurahan Guntung Manggis, Banjarbaru. Di sinilah terjadi koalisi mur dan baud.

Wanita bawaan Rais itu sesungguhnya anak buah sendiri di kantor. Dia memang janda muda yang lumayan cantik, dengan bodi sekel nan cemekel. Nah di kala istri tak di rumah, ke situlah dia melabuhkan gairah dan nafsunya sebagai lelaki. Aminah sih manut saja, karena sebagai atasan, siapa tahu Pak Rais bisa mempromosikan dirinya ke jabatan lebih baik. Siapa tahu, memberi nikmat akhirnya dipromosikan jadi camat.

Lama-lama warga curiga, mengapa Rais membawa wanita di kala istri tak di rumah? Beberapa hari lalu pasangan mesum itu langsung digerebek. Ewa segitu Rais masih berkelit bahwa Aminah istri barunya, karena sudah bercerai. Lho kok aneh, sudah cerai kok tak ada deklarasi dengan segenap warga?

Ny. Dewi pun dipanggil, dan dia bisa menunjukkan surat nikahnya. Akhirnya urusan ini dilanjutkan ke polisi. Misalkan tak akan menjadi tuntutan hukum, tapi Rais bisa terancam jabatannya. Sebab di manapun pejabat Negara tidak boleh punya WIL maupun PIL.

Kalau pil obat pusing seperti punya Dede Yusuf, boleh. (JPNN/Gunarso TS)