Friday, 20 September 2019

Yang Ditembak Mati BNN Ternyata Koordinator Pengedar Narkoba di Medan

Rabu, 19 Oktober 2016 — 19:16 WIB
Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN)
Pusat Irjen Pol Arman Depari didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes
Pol Rina Sari Ginting memaparkan pengungkapan peredaran 38 kg shabu,
100 ribu pil esktasi dan 50 ribu butir pil happy five.

Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat Irjen Pol Arman Depari didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting memaparkan pengungkapan peredaran 38 kg shabu, 100 ribu pil esktasi dan 50 ribu butir pil happy five.

MEDAN (Pos Kota)- Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat Irjen Pol Arman Depari mengatakan Jumari alias Jum, pelaku yang tewas ditembak Selasa (18/10) malam, adalah pemilik sekaligus koordinator jaringan shabu.

Personel BNN terpaksa menembak Jumari karena melawan saat hendak ditangkap. “Pelakunya adalah Jum. Jum adalah pemilik barang sekaligus koordinator peredaran sabusabu miliknya sendiri,” katanya kepada wartawan, Rabu (19/10).

Jumari diketahui bakal mengedarkan shabu di Kota Medan. Namun jaringan milik Jumari sempat vakum dalam durasi lama sehingga sepak terjangnya sempat luput dari pengawasan BNN.

Arman mengaku belum bisa memastikan apakah Jumari beserta rekannya berencana untuk menyerahkan barang tersebut kepada anggotanya.Namun sebelum barang diedarkan Jumari tewas ditembak karena melawan.

Arman mengatakan pihaknya mengamankan 100 ribu ekstasi, 50 ribu butir happy five dan shabusabu seberat 38 kilogram sabu-sabu.

Penangkapan tersebut dipimpin oleh Brigjen Eko Daniaanto dan Kompol Satria. Para pelaku yang ditangkap adalah Abdul Manan,51, warga Aceh Tamiang, Irwan,33, penduduk Aceh Tamiang dan Jumari, warga Kuala Simpang yang tewas merenggang nyawa. (samosir)