Wednesday, 26 September 2018

Lapak Dibongkar Satpol PP Depok, Pedagang Minta Solusi Cari Rezeki

Jumat, 21 Oktober 2016 — 18:39 WIB
Puluhan petugas Satpol PP Kota Depok saat merobohkan dan membongkar warung serta lapak pedagang di pinggir Jl. Raya Bojong Sari, Sawangan. (anton)

Puluhan petugas Satpol PP Kota Depok saat merobohkan dan membongkar warung serta lapak pedagang di pinggir Jl. Raya Bojong Sari, Sawangan. (anton)

DEPOK (Pos Kota ) – Dianggap bikin kumuh dan semrawut, puluhan warung kaget dan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Raya Bojong Sari, Sawangan,  dibongkar paksa petugas Satpol PP Kota Depok. Namun, pedagang berharap ada solusi untuk mereka mencari rezeki.

“Kami berharap sih ada solusi oleh Pemkot Depok melalui kecamatan atau kelurahan untuk dicarikan tempat penganti yang baru,” ujar Ahmad, pedagang makanan yang tak dapat berbuat banyak saat warungnya dibongkar petugas Satpol PP Kota Depok, Jumat (21/10).

Hampir semua pedagang menyadari kalau tempat usahanya selama ini memang menyalahi peruntukan dan berada di pinggir jalan tapi mau bilang apa karena lahan yang ada cuma ini. Kalau boleh atau bisa sih Pemkot Depok mencarikan lokasi baru untuk pedagang dapat kembali berjualan, kata bapak dua anak ini.

29 WARUNG DAN LAPAK

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Depok Dudi Mir’za didampingi Kasiop setempat Benard, mengakui bahwa ada sekitar 29 bangunan liar yang dijadikan tempat jualan dan warung makan di sepanjang Jl. Raya Bojong Sari, Sawangan dibongkar paksa petugas karena menyalahi perizinan serta menambah kesan kumuh dan semrawut.

Mereka sebelum dilakukan pembongkaran sudah diberikan surat peringatan sebanyak tiga kali untuk membongkar sendiri tempatnya usaha tapi tak juga dilakukan terpaksa jajaran Satpol PP berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Sawangan melakukan pembongkaran paksa.

Diakuinya, warung makan dan lapak PKL yang ada memang menambah kesan kumuh serta semrawut lingkungan sekitar dan seluruh lapak jualan berdiri di pinggir jalan raya yang tentunya sangat membahayakan bagi pedagang maupun konsumen yang berbelanja. (anton/win)