Wednesday, 29 March 2017

Awak Mobil Tangki Pertamina Ancam Mogok

Selasa, 25 Oktober 2016 — 1:31 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Awak mobil tangki (AMT) Pertamina Patra Niaga berencana menggelar mogok kerja pada 1 November 2016, jika beberapa tuntutan mereka tidak dipenuhi. Di antaranya minta diangkat menjadi karyawan tetap, bayar upah lembur atas kelebihan jam kerja sejak Oktober 2011 hingga September 2016 dan terapkan waktu kerja 7 jam sehari atau 40 jam kerja dalam seminggu.

“Kami AMT PPN sudah sampai pada batas kesabaran. Kami akan lakukan mogok kerja mulai 1 November sampai batas waktu yang tidak ditentukan hingga tuntutan dipenuhi,” kata Ketua Umum Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), Ilham Syah, sebagai wadah organisasi AMT.

Dengan adanya mogok kerja ini, ia mengungkapkan suplai BBM di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) praktis terhenti. “Kami mohon maaf atas terhentinya distribusi BBM di semua pom bensin Pertamina. Mogok kerja ini kami tempuh karena Pertamina Patra Niaga tidak pernah mau mendengarkan aspirasi kami,” ujarnya.

AWAK CADANGAN

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Arsono Kuswardanu, menegaskan tidak punya ikatan kerja secara langsung dengan awak mobil tanki (AMT). Patra Niaga menggunakan jasa perusahaan penyedia tenaga kerja dengan sistem borongan dan masa kontrak kerja setiap dua tahun.

AMT merupakan karyawan perusahaan penyedia tenaga kerja di mana untuk Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang dikelola PT Sapta Sarana Sejahtera.

Setiap pergantian jasa vendor, AMT diberikan hak-haknya, meliputi pesangon maupun hak normatif lainnya sesuai dengan perundang-undangan dan AMT tetap dipekerjakan kembali melalui perusahaan penyedia tenaga kerja yang baru.

Tentang antisipasi terhadap ancaman mogok kerja di TBBM Plumpang, Patra Niaga menyiapkan awak mobil tangki cadangan sebagaimana prosedur, termasuk menggunakan tenaga bantuan dari TNI Divisi Perbekalan & Angkutan. (setiawan)