Saturday, 17 November 2018

Pemeriksaan Ahok Soal Dugaan Penistaan Agama Tak Perlu Izin Presiden

Selasa, 25 Oktober 2016 — 17:28 WIB
Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (kanan)  dengan kuasa hukum saat sidang uji materi UU No. 10/2016 tentang cuti kampanye calon kepala daerah petahana saat Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) (toga)

Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (kanan) dengan kuasa hukum saat sidang uji materi UU No. 10/2016 tentang cuti kampanye calon kepala daerah petahana saat Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) (toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Polisi diharapkan bersikap profesional dalam menangani kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mengingat sesuai ketentuan konstitusi pemeriksaan terhadap pejabat negara kini tidak perlu lagi seizin Presiden.

Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, mengatakan hal itu sesuai dengan keputus. Mahkamah Konstitusi (MK) sudah membatalkan  Pasal 36 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dan ayat (5) UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemda yang memuat ketentuan pemeriksaan dan penyidikan terhadap pejabat negara yang melakukan tindak kejahatan harus menggunakan izin tertulis dari Presiden.

“Karena itu, jika Bareskrim Polri ingin periksa Ahok dalam kasus dugaan penistaan Alquran, maka harus ada izin dari Presiden Jokowi itu salah besar,” ungkap Margarito, Selasa (25/10/2016).

Margarito menegaskan, jika memang dalam proses pemeriksaan ditemukan dua alat bukti, Bareskrim tidak perlu ragu untuk menetapkan tersangka. “Kalau sudah ditemukan,” ungkap Margarito.

Seperti diketahui, Senin (24/10/2016), Ahok mendatangi Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penistaan agama saat berdialog dengan warga Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Sebelum menyambangi Korps Tribrata tersebut Ahok menyambangi Presiden Jokowi di Istana Merdeka.

Ahok berdalih pertemuan dengan orang nomor satu di negeri itu tersebut untuk berpamitan lantaran dirinya akan cuti kampanye Pilkada DKI selama empat bulan. (guruh/win)