Saturday, 25 November 2017

Selamat!!! Indonesia Raih Mahkota Miss Grand International 2016

Rabu, 26 Oktober 2016 — 12:47 WIB
Ariska Putri Pertiwi persembahkan mahkota Miss Grand International untuk Indonesia. (ist)

Ariska Putri Pertiwi persembahkan mahkota Miss Grand International untuk Indonesia. (ist)

ARISKA Putri Pertiwi berhasil mempersembahkan mahkota Miss Grand International 2016 untuk Indonesia. Gadis yang akrab disapa Ika ini, menyisihkan finalis dari 76 negara pada malam final di Las Vegas Resort & Casino, Las Vegas, Amerika Serikat, Selasa (25/10/2016) malam waktu setempat atau Rabu (25/10/2016) WIB.

Ika sebelumnya berhasil masuk ke babak lima besar bersama Madison Anderson (Puerto Rico), Supaporn Malisorn (Thailand), Michelle Leon (Amerika Serikat) dan Nicole Cordoves (Filipina) di .

Langkah Ika terus berlanjut saat namanya diumumkan masuk ke dua besar bersama perwakilan Filipina. Ekspresi tak percaya terlihat dari wajah Ika, saat MC menyebutkan Indonesia sebagai pemenang Miss Grand International 2016.

“Bersama organisasi perdamaian dunia, saya akan berusaha menghentikan kekerasan dan peperangan,” ucapnya usai menerima piala serta mahkota.

“Indonesia.. Kita Berhasil!!” teriaknya yang disambut gemuruh pendukungnya.

Ikan menggantikan Miss Grand International 2015, Claire Elizabeth Parker dari Australia.

Prestasi membanggakan juga dipersembahkan Ika dengan menduduki peringkat pertama dalam kompetisi kostum nasional di perhelatan Miss Grand International (MGI) 2016. Dia mendapatkan lebih dari 10 juta poin, unggul jauh dari runner-up Miss Grand Thailand, Supaporn Malisorn, yang mengumpulkan 6 juta poin.

Ariska Putri Pertiwi sabet gelar kostum nasional terbaik di Miss Grand International 2016. (ist)

Ariska Putri Pertiwi sabet gelar kostum nasional terbaik di Miss Grand International 2016. (ist)

Ariska Putri Pertiwi adalah seorang mahasiswi dan model, yang merupakan Runner-Up 3 kontes kecantikan Puteri Indonesia 2016

Miss Grand Internasional adalah kontes kecantikan yang bertujuan untuk ikut serta menciptakan perdamaian dan menghentikan peperangan.  Diadakan pertama kali pada tahun 2013, dengan Janelee Chaparro dari Puerto Riko menjuarai kontes tersebut. (embun)