Saturday, 18 August 2018

Ternyata Ini Alasan Ahok Tak Pidato Saat Pengundian Nomor Urut Pilkada DKI

Rabu, 26 Oktober 2016 — 18:24 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (rihadin)

Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan alasannya tidak memberikan sambutan saat rapat pleno pengundian nomor urut Pilkada DKI Jakarta di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016) malam.

Ia mengaku sengaja memberi kesempatan bagi wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, untuk memberi sambutan. Ia beranggapan Djarot lebih baik dalam memberi sambutan.

“Kan Pak Djarot dalam memberikan pidato lebih hebat. Yang penting pesannya sampai kan,” ujarnya di Balaikota Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Terkait nomor urut 2 yang didapatkan saat pengundian, ia menyerahkan kepada orang untuk memaknainya seperti apa. Baginya semua nomor memiliki arti yang baik. Nomor 2 dinilainya memudahkan pemilih saat pencoblosan surat suara.

“Saya kira bagus. Jadi begitu kamu buka (kertas suara), kamu bisa langsung menemukan nomor 2, karena posisinya di tengah,” pungkasnya.

Pada rapat pleno penundian nomor urut, pasangan petahana ini mendapat nomor urut 2. Pesaingnya, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh nomor 1 sedang duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno nomor urut 3. (ikbal)