Wednesday, 21 November 2018

Ahok Akan Ubah Fengsui Rumah Tusuk Sate, Dari Sial Jadi Hoki

Kamis, 27 Oktober 2016 — 17:19 WIB
Gubernur Ahok bersama pimpinan dari delapan perusahaan CSR di Balaikota DKI Jakarta. (Joko)

Gubernur Ahok bersama pimpinan dari delapan perusahaan CSR di Balaikota DKI Jakarta. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kebijakannya akan  mengubah feng shui rumah tusuk sate.

Menurut Ahok, rumah yang berlokasi di ujung pertigaan jalan, bagi etnis China dulunya dianggap pembawa sial, namun kini akan berubah menjadi hoki atau keberuntungan. Kenapa?

“Rumah tusuk sate yang berada di ujung jalan, sering dianggap sebagai rumah pembawa sial, menjadi kendala datangnya rezeki,” ujar Ahok saat melakukan MoU dengan delapan perusahaan CSR di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (27/0).

“Itu dulu, tapi sekarang saya yakin dengan adanya aturan baru soal pemasangan papan reklame, maka rumah atau gedung tusuk sate akan membawa keberuntungan. Karena banyak diminati perusahaan untuk memasang papan reklame di bangunan tersebut, agar mudah dilihat orang lewat,” ujarnya.

Menurutnya, sejak Pemprov DKI melarang pemasangan papan reklame di JPO maupun berdiri sendiri di pinggir jalan, maka media iklan dengan teknologi LED diwajibkan menempel pada bangunan atau gedung. Tujuannya demi keamanan untuk mencegah terjadinya kasus billboard ambruk yang membahayakan masyarakat.

Menurutnya, sudah banyak perusahaan yang melirik bangunan  tusuk sate. “Mereka ingin sewa untuk pasang billboard yang tentu saja mendatangkan keuntungan bagi pemilik bangunan,” papar Ahok pada acara MoU dengan delapan perusahaan swasta yang akan memugar kolam di Bundaran HI dengan patungan anggaran CSR sebesar Rp 28 miliar.

“Jadi rumah tusuk sate ini akan berubah menjadi pembawa hoki,” papar Ahok sambil menambahkan PT Indosat telah menyewa bangunan tusuk sate untuk pasang billboar berukuran 16 x 16 M2. “Adapun pemasangan iklan ini, kita bagi hasil antara Pemprov DKI sebesar 30 persen dan pemilik bangunan mendapat 70 persen,” tandasnya. (Joko/win)