Saturday, 25 November 2017

Berminat Jadi Dukun?

Jumat, 28 Oktober 2016 — 5:22 WIB
dukun

CINTA ditolak dukun bertindak! Artinya, bagi siapa saja, apakah dia cowok atau cewek, kalau cintanya tak mendapat respon dari orang yang ditaksir, langsung pergi ke dukun.
Itu sekadar guyonan. Tapi, apakah ada yang begitu? Ya, kalau mau jujur bukan saja ada, tapi banyak. Ketika sedang kelimpungan, pikiran blong kosong melompong karena terkejut diputus pacar langsung minta tolong sama dukun atau paranormal.

Bagi sang dukun, ketika mendapat pasien yang pikirannya lagi goyang, lagi gundah gulana, alias galau, ini makanan empuk. Dah, kerjain aja deh! Lalu sang dukun pun bertindak, dengan cara dukun, tentu saja. Bisa memberi nasihat, wejangan, jimat atau bacaan-bacaan yang disebut mantera.

Nah, berbekal itu semua si pasien yang galau tadi langsung bertindak. Membaca mantera, atau menebar jimat, atau sesaji, barangkali? Ya, pokoknya yang serba magic, deh!

Nah, soal orang pada ke dukun, bukan saja sang penderia cinta, tapi ada juga orang-orang yang kepingin jadi pejabat, pada sowan ke dukun. Kan sekarang banyak tuh yang namanya ‘dukun politik’? Yang luar biasa dan bikin mata terbelalak adalah bahwa ongkos dukun ini luar biasa besarnya. Ratusan juta sampai miliaran. Tergantung mau jadi pejabat yang mana, menengah atau paling atas.

Jadi nggak heran kalau para calon, apakah mereka mau jadi anggota DPR, bupati, walikota, gubernur, harus punya modal besar. Yaitu tadi, ada yang namanya ’uang mahar’, transport bagi pendukung, uang macam-macamlah. Misalnya, ada juga orang yang tiba-tiba mau jadi pahlawan, yang bisa membantu ini itu, dan perlu uang.

Kembali soal dukun. Memang nggak semua orang yang disebut di atas itu pada ke dukun. Masih ada orang-orang yang lebih menyerahkan diri pada Yang Maha Kuasa. Allah swt.
Tapi ini bisa jadi masa panen bagi dukun politik. Pokoknya Pilkada serentak ini ‘ proyek’ besar bagi mereka, dan bakalan repot menerima pasien. Apa ada yang berminat jadi guru spiritual, paranormal atau dukun? Hemm, silakan saja, tapi jangan coba-coba jadi dukun palsu! –massoes