Tuesday, 21 August 2018

Oknum Guru Sundut Rokok Siswa, Kepala Mts di Serpong Minta Maaf

Jumat, 28 Oktober 2016 — 13:14 WIB
Lengan siswa MTS di Kelurahan Lengkong Wetan,   Serpong yang mendapatkan hukuman sudutan rokok dari oknum guru. (anton)

Lengan siswa MTS di Kelurahan Lengkong Wetan, Serpong yang mendapatkan hukuman sudutan rokok dari oknum guru. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Buntut kasus penyudutan guru IS terhadap delapan siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nur As Sholihat, Kel. Lengkong Wetan, Serpong sanksi diserahkan ke pengurus yayasan setempat.

“Kami minta maaf atas perlakuan salah seorang staf pengajar kami, saudara IS, yang melakukan tindak kekerasan terhadap delapan siswa dengan melakukan penyundutan rokok di bagian lengan siswa,” kata Kepala Sekolah MTs Nur As Sholihat, Wahidin kepada wartawan, Jumat (28/10).

Setelah ditanya yayasan, lanjutnya, oknum guru MS mengakui dan meminta maaf atas perbuatan dan kesalahannya. Ia yang menambahkan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi yayasan atau lingkungan sekolah karena kelalaian pihak sekolah sehingga guru dapat bebas merokok dilingkungan sekolah.

“Kami mengerti kekesalan orang tua murid akibat perbuatan oknum guru IS yang telah mempercayakan anaknya untuk mendapatkan pendidikan di sekolah ini,” tuturnya yang mengaku pihak yayasan atau sekolah pasrah dengan tindakan oknum guru tersebut.

(Baca: Membuat Tato di Tangan, Delapan Siswa Dihukum Sundut Rokok)

Bila ada orang tua murid atau siswa yang ingin melaporkan atau menindaklanjuti perbuatan oknum guru ke kepolisian pihaknya akan siap menerimanya.

Untuk orang tua yang protes dan kesal terhadap ulah oknum guru IS pihak sekolah sudah membutkan surat perjanjian agar masalahnya diselesaikan secara kekeluargaan tapi bila ada oorang tua yang tak menerima tentunya sekolah siap menanggung resiko tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, Pos Kota (27/10) delapan murid MTs Nur A Sholihat dihukum oknum guru Is karena kedapatan menggambar atau menato bagian lengan dengan zat pewarna Hena dengan mneyudut rokok dibagian lengan. Orang tua murid protes dan keberatan dengan tindak kekerasan oknum guru tersebut. (anton/win)