Friday, 16 November 2018

Permintaan Tak Diindahkan

Pegawai Perhubungan Nekad Todong Sopir Truk dengan Airsoft Gun

Jumat, 28 Oktober 2016 — 10:39 WIB
Airsoft gun tanpa izin milik pegawai Dishub Jakarta Utara yang ditodongkan ke sopir truk di Koja.

Airsoft gun tanpa izin milik pegawai Dishub Jakarta Utara yang ditodongkan ke sopir truk di Koja.

JAKARTA (Pos Kota) РSeorang pegawai Sudin Perhubungan Jakarta Utara diamankan lantaran menodong sopir truk menggunakan pistol airsoft gun di Jalan Palem, Lagoa, Koja, Jakarta Utara.

Tersangka Wardi Dediyanto, 24 diamankan lantaran tidak memiliki dokumen resmi penggunaan pistol airsoft gun. “Pelaku masih kami periksa karena dia (pegawai Dishub) sempat ribut dengan sopir truk sambil menodongkan pistol,” kata Kapolsek Koja Kompol Supriyanto, Jumat (28/10).

Peristiwa penodongan berawal sekitar pukul:18.00 WIB, pada Kamis (27/10). Korban Irwansyah, 41 melaju mengendarai mobil truk di Jalan Kramat Jaya depan Islamic Center, Koja. Tiba-tiba laju truk dihentikan tersangka yang menggunakan sepeda motor.

Saat truk berhenti, tersangka meminta surat-surat kendaraan dan akan membawa kendaraan ke kantor. Namun sopir tidak memenuhi permintaan, lalu kabur membawa truk miliknya. Karena tidak diindahkan, pegawai Dishub Jakut itu lalu mengejar dan berhasil memberhentikan truk tersebut.

Saat itu, pegawai Dishub tersebut langsung menodongkan pistol ke arah sopir truk warga Jalan Plumpang B RT.01/04 Rawa Badak Selatan, Koja, Jakut hingga terjadi keributan. Bahkan, keributan tersebut sempat menjadi tontonan warga dan pengendara yang melintas di lokasi.

Anggota Polsek Koja yangendapat laporan kemudian mendatangi lokasi dan memisahkan korban dan tersangka. Petugas lalu melakukan penggeledahan dibadan tersangka dan menemukan pistol air softguun tanpa dilengkapi surat izin yang siah.

Pegawai Dishub tersebut lalu dibawa ke Mapolsek Koja untuk proses selanjutnya. Atas perbuatannya warga Jalan Lagoa Teeusan Gg.IV RT03/03, Lagoa Koja Jakut terancam dijerat pasal UU Darurat No.12 Tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara. (ilham/win)