Thursday, 27 July 2017

MPR : Di Negara Pancasila, Paham Radikalisme Harus Dihilangkan

Sabtu, 29 Oktober 2016 — 15:05 WIB
Wakil Ketua MPR RI  Mahyudin (timyadi)

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin (timyadi)

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Ketua MPR Mahyudin menjelaskan sosialisasi Empat Pilar MPR ini merupakan tugas dari MPR sesuai amanat UU No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Dalam UU itu MPR mensosialisasikan Empat Pilar MPR yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Mengapa kita sosialisasikan Empat Pilar MPR? Karena tantangan kebangsaan kita semakin kompleks. Salah satunya sering terjadi pemahaman keagamaan yang kurang baik sehingga orang mudah dihasut dan muncul paham radikalisme, menimbulkan paham terorisme dan ada tantangan munculnya kesukuan yang semakin kuat,” jelas Mahyudin, saat berbicara dalam acara sosialisasi Empat Pilar MPR di Sukabumi, kemarin.

Sosialisasi diikuti sekitar 300 mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (IMTSI), BEM STMIK Nusa Mandiri Sukabumi, Senat Mahasiswa BSI Sukabumi. Sosialisasi ini juga dihadiri Walikota Sukabumi, Ketua DPRD Sukabumi, dan narasumber Hardisoesilo dan Dewi Asmara (keduanya fraksi Partai Golkar).

Menurut dia, dalam negara Pancasila, lanjut Mahyudin, paham-paham radikalisme seperti itu harus dihilangkan. Tantangan itu yang harus kita selesaikan. Sosialisasi Empat Pilar bisa mengatasi tantangan itu.

“Apalagi menjelang Pilkada ini, isu-isu sara sering dimunculkan yang berpotensi memecahbelah masyarakat. Sosialisasi Empat Pilar ini menjadi momen yang tepat. Saya berharap kita bisa menahan diri dan mengedepankan kebersamaan,” katanya.

Mahyudin berharap mahasiswa Sukabumi yang mengikuti sosialisasi Empat Pilar MPR ini bisa memperkuat jiwa kebangsaannya. “Dengan sosialisasi ini bisa menambah kuat nasionalismenya. Sehingga ketika menjadi pemimpin bangsa ini dengan nasionalisme yang kuat tidak menipu negara,” ucapnya. (timyadi/win)