Wednesday, 20 March 2019

Setelah Airin Marah, Satpol PP Tangsel Razia Panti Pijat Terselubung

Sabtu, 29 Oktober 2016 — 15:22 WIB
Salah satu kegiatan penyegelan panti pijat yang diduga dipakai prostitusi di Ruko Boulevard. Serpong. (anton)

Salah satu kegiatan penyegelan panti pijat yang diduga dipakai prostitusi di Ruko Boulevard. Serpong. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Setelah Walikota Airin Rachmi Diany marah, jajaran Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama tim gabungan melakukan razia ke sejumlah panti pijat yang diduga melakukan prostitusi terselubung.

Belasan lokasi panti pijat di kawasan rumah toko (Ruko) Golden Boulevard, Serpong  ternyata hanya tiga yang disegel.  Ketiga panti pijat yang disegel antara lain Jupiter massage, Blow Art, dan Bravo.

“Ada tiga panti pijat yang melakukan terapi dan diduga atau disinyalir melakukan prostitusi terselubung karena di dalam ruangan terapi ternyata tak sesuai dengan perizinan yang berlaku seperti harus menggunakan tirai dan tak tertutup sama sekali,” kata Kepala Bidang Protokol dan Hiburan Kota Tangsel Oki Rudianto, Sabtu (29/10).

Bukan hanya menyalahi aturan namun ada panti pijat yang belum dilengkapi dengan perizinan, imbuhnya yang terpaksa menyegel ke tiga lokasi panti pijat tersebut. Untuk sekitar lima orang wanita yang melakukan terapi atau pemijat langsung dibawa ke Satpol PP dan Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnakertrans) untuk diberikan pembinaan.

Sebelumnya, Pos Kota (28/10) Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany geram dan marah berkaitan maraknya panti pijat yang diduga atau disinyalir melakukan prostitusi terselubung dan minta ditindak tegas atau ditutup karena banyak dikeluhkan warga sekitar.

(Baca: Walikota Airin : Apa Perlu Saya Menyamar ke Panti Pijat)

Ditambahkan Kepala Kantor Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangsel Yanuar, mengatakan panti pijat yang jelas melanggar aturan dan terbukti melakukan parktek prostitusi sebagaimana yang dikeluhkan warga sekitar memang akan ditutup terlebih sama sekali tak memiliki izin.

Namun bagi panti pijat yang memiliki izin tentunya akan tetap diproses secara administrasi berupa teguran tertulis, pembatasan usaha dan pembekuan usaha sementara hingga penutupan kegiatan sesuai Perda No. 5 tahun 2012, ujarnya. (anton/win)