Sunday, 22 July 2018

Pak Guru Mendadak Sakit Selepas Nodai Murid Sakit

Jumat, 4 November 2016 — 7:02 WIB
nod

KETERLALUAN sekali Pak Guru Ruswan, 54, ini. Murid sakit di kala lemah, malah dinodai di dalam tenda. Gegerlah Lampung Utara. Ironisnya ketika dikonfirmasi pers, oknum guru madrasah ini mendadak mengaku sedang sakit. Padahal sesungguhnya, yang sakit luar dalam adalah si Mira, 16, muridnya itu.

Yang namanya guru, baik guru sekolah umum maupun madrasah, haruslah bisa jadi panutan para murid. Perilakunya harus santun, tidak pernah gebrak meja, meski dia bukan pula gubernur. Orang Jawa –termasuk yang di Lampung tentunya– bilang: guru iku bisa digugu lan ditiru. Sialnya yang terjadi di Lampung Utara ini, ada oknum guru madrasah yang di hari Minggu malah berbuat saru (cabul).

Oknum guru celamitan itu namanya Ruswan, mungkin singkatan: ora urus awan-awan (siang hari kurang ajar). Bagaimana tidak, tega-teganya dia cari yang sempit-sempit ketika ada kesempatan. Pura-pura mengobati muridnya yang kemah di hari Minggu, eh malah si murid dijadikan ajang pemuas nafsu.

Di sebuah sekolah MAN (Madrasah Aliyah Negeri) di Lampung Utara, Pak Ruswan mengajar kepramukaan. Pada Minggu lalu, muridnya dikerahkan untuk kemah ke Cendikia Prokimal Kecamatan Kotabumi Utara. Perkemahan baru beberapa jam berjalan, Mira murid yang berasal dari Tanjung Aman Kecamatan Kotabumi Selatan, mendadak sakit. Terpaksa dia tak ikut dalam kegiatan pramuka, rebahan di tenda setelah minum obat pusing dari politisi Demokrat yang pernah jadi Wagub Jabar.

Sebagai guru yang bertanggungjawab pada murid-muridnya, dia mencoba mengobati gadis ABG itu. Tapi ketika meraba-raba tubuh muridnya yang berbodi aduhai, langsung saja setan menyelinap, dan mempengaruhi pokir (pokok pikiran) Pak Guru. “Lihat barang bagus begitu kok diam saja. Kapan lagi ada kesempatan?” kata setan penuh agitasi.

Pak Ruswan rupanya termakan bisikan setan itu, sehingga melihat Mira yang sakit justru semakin nafsu. Sampai Lebaran Kudu juga tak bakal nemu lagi model beginian. Diam-diam tangannya mulai usil. Tadi sekedar mijit kepala, kemudian mremen-mremen (melebar), ke mana-mana. Daerah “cagar budaya” yang hanya milik pasangan suami istri, dilanggar juga. Pikir oknum guru ini, mumpung tak ada yang lihat, nafsu itu harus dituntaskan, gusrakkkk, gusrakkkkk……

Sampai semuanya tuntas, tak ada yang melihat. Tapi korban perkosaan kan selalu bereaksi sama, pelaku mrenges korbannya yang meringis. Mira memang sangat kesakitan. Meski Pak Guru sudah mengimbau jangan cerita ke mana-mana, langkah Mira setibanya di rumah tak bisa dicolong. Melihat putrinya nampak lesu dan jalan ngegang, segera ditanya apa gerangan yang telah terjadi.

Mengakulah Mira, bla bla bla……! Orangtuanya tentu saja terkejut dan marah. Mereka segera lapor ke Polsek Kotabumi Utara. Tanpa banyak perlawanan Pak Ruswan ditangkap dan ditahan. Ironisnya, ketika ditanya pers dia mendadak mengaku sakit, belum bisa bicara. Lalu kapan siap memberi keterangan resmi?

Menunggu Lebaran Kuda, ngkali. (JPNN/Gunarso TS)