Saturday, 25 November 2017

Atasi Sampah di Depok dengan Cara Ketuk Pintu

Sabtu, 5 November 2016 — 6:54 WIB
Walikota Depok Muhammad Idris didampingi Wakil Walikota Pradi Supriatna dan Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) setempat Ety saat kegiatan Ketuk Pintu. (anton)

Walikota Depok Muhammad Idris didampingi Wakil Walikota Pradi Supriatna dan Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) setempat Ety saat kegiatan Ketuk Pintu. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Masyarakat Kota Depok diajak memilah sampah mulai dari dapur atau rumah sendiri kemudian diolah atau dipisah antara sampah organik dan non organik sehingga mudah untuk dibuang.

Pemilahan sampah dari lingkungan rumah sendiri untuk Kota Depok diberinama ‘Ketuk Pintu’ ini dimaksudkan agar seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Depok memperhatikan sampah buangan mulai dari dapur yang kebanyakan kaum ibu rumah tangga memasak, teras rumah dan tempat sampah hingga bak sampah,” kata Walikota Depok Muhammad Idris didampingi Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, Jumat (4/11).

Program ‘Ketuk Pintu’ upaya Pemkot Depok untuk melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan yang dimulai dari lingkungan rumah mereka. Pasalnya, sampah buangan yang ditampung di TPA Cipayung semakin penuh dan kondisinya hanya sekitar 60 persen yang dapat ditampung.

Untuk mengurangi volume sampah warga itu, tambah dia, perlu adanya gerakan kebersihan untuk memilah sampah buangan dan memanfaatkan bank sampah yang ada di setiap lingkungan terdekat seperti RT maupun RW terlebih jumlah cukup banyak sekitar 500 bank sampah di Kota Depok.

“Tak hanya masyarakat atau warga yang harus memilah sampah buangan tapi seluruh komponen yang ada termasuk di perumahan, perkantoran, pertokoan, pasar dan lainnya,” ujar Muhammad Idris yang menambahkan diharapkan kegiatan ‘Ketuk Pintu’ dapat menjadi percontohan bagi kota lain di Indonesia. (anton)