Monday, 23 January 2017

Habib Rizieq Sihab Mengungkap Pemicu Terjadinya Kericuhan

Sabtu, 5 November 2016 — 20:01 WIB
Habib Rizieq Sihab. (dok/rihadin)

Habib Rizieq Sihab. (dok/rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Awal  terjadinya kericuhan dalam aksi damai yang diadakan umat Islam pada Jumat, 4 November, adalah dimulai karena anggota kepolisian menembakkan gas air mata. Pada saat ini, masa sedang menunggu pimpinan mereka yang sedang  berdialog dengan pemerintah, yang dipimpin Wapres JK.

Hal itu diungkapkan oleh  Ketua Pembina GNPF-MUI, Habib Rizieq Sihab, di Restoran Pulau Dua, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016). “Itu awalnya bisa terjadi ketika pimpinan kami sedang berdialog dengan pemerintah,  tiba-tiba terdengar suara tembakan ke massa aksi,” kata Habib Rizieq.

Menurut Rizieq, saat ditembaki gas air mata, sebenarnya massa tidak melakukan perlawanan. Massa tetap berada ditempatnya, walaupun dihujani gas air mata. “Kondisi massa aksi tidak melakukan perlawanan, meski ditembaki gas air mata dan tetap di tempatnya,” ungkapnya.

Imam besar FPI itu selaku pimpinan massa juga turut terkena gas air mata, dan membuat matanya pedih. “Saya, Ustadz Arifin Ilham, dan pimpinan massa aksi terkena gas air mata yang sangat pedih di mata,” katanya.

Rizieq mengklaim,  kericuhan antara massa aksi dan petugas berhenti setelah perwakilan pemerintah turun dan massa aksi memilih mundur. “Massa aksi langsung mundur dari tempat kericuhan dan menuju Gedung DPR dengan damai,”ujarnya. (*/win)

Terbaru

Polisi Santri bertujuan mendekatkan polisi dengan masyarakat.
Selasa, 24/01/2017 — 0:23 WIB
Polres Subang Kukuhkan Polisi Santri
Satpol PP Kecamatan Setiabudi menertibkan gerobak pedagang yang mangkal di kawasan Guntur, Kelurahan Pasar Manggis, Jaksel. (Rachmi)
Senin, 23/01/2017 — 23:45 WIB
Gerobak Kaki-5 Diangkut Jajaran Kecamatan Setiabudi
Ahok da Djarot saat denat pertama
Senin, 23/01/2017 — 23:06 WIB
Ahok Minta Paslon Lain Membantunya