Thursday, 22 February 2018

Dengan Kaki Diborgol Dukun Palsu Ini Peragakan Habisi Dua Pasiennya

Rabu, 9 November 2016 — 19:00 WIB
Tersangka Anton dukun palsu pengganda emas batangan pembunuh dua pemuda menjalani rekontruksi adegan diurut petugas identifikasi Polresta Depok. (Angga)

Tersangka Anton dukun palsu pengganda emas batangan pembunuh dua pemuda menjalani rekontruksi adegan diurut petugas identifikasi Polresta Depok. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Anggota Satreskrim Polresta Depok, menggelar rekontruksi kasus pembunuhan dukun palsu yang diduga dilakukan Anton Hardianto alias Aji di lapangan Kampung Serab, Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (9/11) siang. Rekontruksi berjalan dengan pengawalan ketat oleh anggota bersenjata lengkap.

Dalam keadaan kaki terborgol, Anton Herdianto,34, melakukan adegan bagaimana cara menghabisi dua pemuda yaitu Shendy Eko Budianto,27, dan Ahmad Sanusi,21, dengan cara minum kopi yang dicampur racun potasium sianida.

Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan 36 adegan dilakukan pelaku mulai dari mana pertemuan tersangka dengan korban lalu cara menghabisi dengan diracun, pada Jumat (30/9).

“Dalam reka adegan terlihat pelaku terlebih dahulu mengambil racun dari rumah pamannya di kawasan Mekarjaya, setelah ketemu dengan korbannya,”ujarnya.

Mantan Wakapolsek Cimanggis ini menambahkan setelah mengambil potasium, pelaku sempat membeli tiga kopi dan segelas teh yang sudah diseduh. Tersangka berencana mencampur kopi dengan racun yang dibawanya.

Setelah tersangka mencampurkan racun kebotol yang sudah diisi air, tersangka lalu mengajak calon korban ke Lapangan Kampung Serab, botol yang sudah dicampur air tersebut sama tersangka kopi yang dibeli di warung kopi dekat rumahnya bersamaan dicampur potasium.

Selanjutnya, pemiliki akun Satrio Aji Danurwenda tersebut meminta kedua korbannya meminum kopi, yang sudah dicampur potasium sianida secara diam-diam.

“Korban sempat curiga. Dan mempertanyakan bau kopi yang tidak biasa,” ujarnya. “Tapi, Anton meminta kedua korban cepat meminum kopi tersebut biar jalan lagi.” (Angga/M9)