Monday, 18 March 2019

Bawaslu DKI Temukan 27 Pelanggaran, Paling Banyak Agus-Sylvi

Kamis, 10 November 2016 — 21:55 WIB
Pasangan Agus-Syliviana

Pasangan Agus-Syliviana

JAKARTA (Pos Kota) – Selama dua pekan berlangsungnya kampanye Pilkada DKI Jakarta, pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menerima pengaduan 27 kasus dugaan pelanggaran yang dilakukan kubu tiga pasangan calon gubernur dan wagub. Pelanggaran paling banyak dari pasangan nomor urut 1 yakni Agus-Sylvi sebanyak 15 kasus.

“Sedangkan pelanggaran yang berasal dari kubu paslon nomor urut 2 yakni Ahok-Djarot maupun nomor urut 3 Anies-Sandi masing-masing enam kasus,” ujar Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti pada acara Evaluasi Tahapan Kampanye Pilgub DKI 2017 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/11). Pengaduan itu diterima dari panwas di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Ahok-Djarot

Sejak tanggal 28 Oktober 2016, kata Mimah, Bawaslu sudah mendapat 27 aduan dugaan pelanggaran.

“Dari hasil evaluasi pelaksanaan kampanye salama 14 hari, ada beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan calon maupun tim kampanye. Pelanggaran tersebut antara lain relawan yang belum terdaftar, politik uang, penggunaan fasilitas negara, keterlibatan anak, penggunaan tempat ibadah, pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai ketentuan, tidak ada izin kampanye dan gangguan saat pelaksanaan kampanye,” kata Mimah.

Mimah juga membenarkan pihaknya saat ini sedang mendalami dugaan pelanggaran politik uang dari kubu Anies-Sandi. “Kami masih menelusuri dugaan pelanggaran kampanye berupa politik uang yang dilakukan pasangan Anies-Sandi,” ujarnya. Bawaslu mendapat laporan dari Panwas bahwa ada pembagian uang saat pasangan calon itu mengunjungi anak yatim. Namun ini masih diperlukan bukti kebenarannya,” tambah Mimah.

anies baswedan6(julian)

Pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci dugaan pelanggaran itu karena masih harus mencari bukti bahwa terjadi politik uang saat kampanye yang dilakukan Anies-Sandi. “Kami belum bisa jelaskan secara rinci tentang hal itu. Tunggu saja,” katanya. (Joko)