Monday, 18 March 2019

Bawaslu DKI Awasi 137 Titik Dugaan Pelanggaran

Jumat, 11 November 2016 — 13:57 WIB
Mimah Susanti, kepala  Bawaslu.

Mimah Susanti, kepala Bawaslu.

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Mimah Susanti mengatakan sejauh ini pihaknya telah menurunkan petugas pengawas ke 137 tempat kampanye pilkada DKI Jakarta 2017. Dari titik-titik tersebut memang terindikasi terjadi pelanggaran.

” Hasil pengawasan kita dari 137 titik memang diduga ada teridentifikasi di beberapa (titik) dugaan pelanggaran,” katanya saat dihubungi, Jumat (11/11/2016).

Dikatakannya, selama pengawasan di lapangan, petugas akan langsung menegur tim sukses masing-masing pasangan calon dan meminta kegiatan yang melanggar ketentuan KPU DKI Jakarta dan Bawaslu dihentikan saat itu juga.

“Kalau ketemu di lapangan kita koordinasi dengan tim kampanye. Kita minta langsung untuk tidak ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Kamis (10/11/2016) Bawaslu DKI Jakarta menyatakan dalam dua minggu pelaksanan kampanye menerima pengaduan 27 kasus dugaan pelanggaran yang dilakukan kubu tiga pasangan calon gubernur dan wagub.

Dugaan pelanggaran paling banyak dari pasangan nomor urut 1 yakni Agus-Sylvi sebanyak 15 kasus. Paslon nomor dua, Ahok-Djarot 6 kasus dan paslon Anies-Sandi juga 6 kasus dugaan pelanggaran.

Berikut rincian jenis dugaan pelanggaran tersebut;

1. Relawan belum terdaftar
Agus-Sylvi: 1
Ahok-Djarot: 2
Anies-Sandi: 2

2. Politik uang
Agus-Sylvi: 0
Ahok-Djarot: 0
Anies-Sandi: 1

3. Penggunaan fasilitas negara
Agus-Sylvi: 1
Ahok-Djarot: 2
Anies-Sandi: 0

4. Keterlibatan anak-anak
Agus-Sylvi: 1
Ahok-Djarot: 0
Anies-Sandi: 1

5. Penggunaan tempat ibadah
Agus-Sylvi: 0
Ahok-Djarot: 0
Anies-Sandi: 1

6. Pemasangan alat peraga kampanye
Agus-Sylvi: 2
Ahok-Djarot: 0
Anies-Sandi: 0

7. Tidak ada izin kampanye
Agus-Sylvi: 10
Ahok-Djarot: 2
Anies-Sandi: 1

(ikbal/sir)