Wednesday, 24 April 2019

Gedung Kesenian Depok Mangkrak 10 Tahun Hingga Lumutan

Senin, 14 November 2016 — 8:37 WIB
Gedung Kesenian Depok Mangkrak 10 Tahun Hingga Lumutan

Gedung Kesenian Depok Mangkrak 10 Tahun Hingga Lumutan

DEPOK (Pos Kota) – Sejumlah tokoh warga dan masyarakat Sawangan mendesak Pemkot Depok mengambil alih penangganan dan pemanfaatan gedung serba gunakesenian setempat yang sejak sepuluh tahun terbengkalai bahkan belakangan kondisi gedung yang sudah di cor berlumut dan dipergunakan hewan kambing untuk berteduh.

“Sudah hampir lebih dari sepuluh tahun proyek pembangunan gedung kesenian Depok terbengkalai alias mangkrak dan sebagian bangunannya kini kusam serta berlumut,” keluh H. Ruswandi, tokoh warga Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Proyek itu terhenti sejak Walikota dijabat Nurmahmudi periode tahun 2004 – 2009, tuturnya bahkan saat Nurmahmudi kembali menjabat sebagai walikota untuk priode ke dua kembali pembangunan tak dilanjutkan hingga sekarang.

Kondisi sekarang bangunan berlantai tiga yang baru berbentuk rangka dan sebagian coran beton tak hanya kusam serta ditumbuhi lumut saja tapi rumput ilallang dan belasan kambing milik warga hampir setiap hari berteduh di lokasi itu, ujarnya kecewa.

Sedangkan, Yusuf, warga sekitar lokasi, mengatakan kalau tak punya dana untuk membangun gedung kesenian seharusnya dapat dipergunakan untuk menambah sarana maupun prasaran gedung SMK Negeri 2 yang persis berada disamping lokasi tersebut. “Gedung itu bisa dijadikan bengkel atau praktek siswa SMK Negeri 2 atau penambahan ruang kelas dari pada dibiarkan mangkrak seperti itu,” ujarnya.

BELUM PENYERAHAN ASET

Sementara itu, Walikota Depok Muhammad Idris didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kesenian dan Kebudayaan setempat Agus Suherman, mengatakan masalah kelanjutan pembangunan gedung kesenian Kota Depok sampai saat ini memang belum dapat dilanjutkan lagi karena belum ada penyerahan aset dari propinsi Jawa Barat ke Pemkot Depok.

Gedung itu yang membangun propinsi Jawa Barat tapi lahannya milik fasilitas umum (Fasum) Kota Depok tapi belum ada serah terima aset, tuturnya yang menambahkan hal itu terjadi karena Propinsi Jawa Barat belum menganggarkan kekurangan biaya pembangunan gedung kesenian itu.

“Kalau sudah ada serah terima aset, tambah dia, tentunya Pemkot Depok dapat melanjutkan kembali proyek pembangunan tersebut terlebih masalah itu sudah disampaikan ke Propinsi Jawa Barat berulang kali tapi sampai saat ini belum ada jawaban.

Ditambahkan, Agus Suherman, measalah gedung kesenian Kota Depok memang sangat dibutuhkan untuk berbagai kegiatan kesenian yang ada di Kota Depok. “Selama ini pelaku seni di Kota Depok tak memiliki gedung yang permanen sehingga meminjam salah satu ruang di gedung Koni Depok,” tuturnya.

(anton/sir)