Monday, 11 December 2017

IPSI Bidik 3 Emas di Asian Games

Senin, 14 November 2016 — 12:39 WIB
Cabang silat diharapkan sumbang emas di Asian Games 2018

Cabang silat diharapkan sumbang emas di Asian Games 2018

JAKARTA ( Pos Kota) – Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) siap menjawab tantangan prestasi dengan tampilnya pencak silat yang merupakan olahraga warisan leluhur bangsa Indonesia pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018 mendatang.

Keseriusan ditunjukkan PB IPSI dengan menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) pencak silat yang melibatkan pesilat terbaik dari hasil PON XVI Jawa Barat 2016, berbagai kejuaraan tingkat nasional dan internasional.

“Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi PB IPSI karena pencak silat untuk pertama kalinya dipertandingkan pada Asian Games 2018. Makanya, kami harus menjawabnya dengan prestasi,” tegas Direktur Performa Tinggi (HPD) Pencak Silat, Johansyah Lubis.

Meski Indonesia menjadi tempat asalnya olahraga pencak silat, kata Johansyah, tidak gampang meraih prestasi mengingat pencak silat telah berkembang di seluruh dunia.
“Pencak silat itu telah berkembang dan telah lahir pesilat dari berbagai negara yang meraih prestasi dunia. Makanya, PB IPSI menggelar seleknas untuk menjaring pesilat-pesilat tangguh yang mampu bersaing untuk meraih medali emas pada Asian Games 2018 nanti,” katanya.

Dari seleknas terjaring 28 pesilat terdiri dari 16 pesilat tanding dan 12 pesilat seni. Mereka telah masuk dalam skuad Satlak Prima dan akan diterjunkan pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Bali, 5-19 Desember 2016 ini.

“Kejuaraan dunia di Bali akan dijadikan sebagai uji kemampuan sekaligus melihat peta kekuatan lawan di Asian Games 2018,” katanya.

Ketika ditanyakan berapa target medali emas pada Asian Games 2018, Johansyah yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB IPSI mengatakan, target PB IPSI yakni 3 medali emas dari 14 nomor yang diusulkan dipertandingkan.

Lebih jauh Johansyah mengungkapkan adanya strategi program PB IPSI pembinaan Tim Pencak Silat lapis kedua di luar Satlak Prima yang akan diusulkan. Tujuannya untuk mengantisipasi bilamana terjadi cidera atau pesilat yang tidak memenuhi target yang dibebankan selama menjalani latihan dalam persiapan.

(prihandoko/sir)