Thursday, 15 November 2018

Bila Cinta Kadung Melekat Kuli Bangunan Tetap Lezat

Selasa, 15 November 2016 — 5:59 WIB
cor

CINTA itu tak pandang bulu dan status. Biar Yance, 24, hanya kuli bangunan, Evita, 20, yang mahasiswi perguruan tinggi itu bisa terkiwir-kiwir. Dimarahi orangtua, mahasiswi itu malah kabur dan kelonan dengan si kuli bangunan. Tentu saja ibunya mencak-mencak, tapi cowoknya sudah kabur duluan!

Kisah cinta muda-mudi selalu melewati lintas batas suku, agama, status sosial. Karena cinta, berlainan agama pun banyak yang jadi suami istri. Anak majikan kawin dengan pembantu juga ombyokan. Apa lagi perbedaan suku, Jawa-Sunda-Batak-Minang, kini sudah banyak sekali yang membaur dalam perkawinan. Inilah bhineka tunggal ika, inilah keaneragaman berbangsa dan bernegara. Maka jangan heran bila orang Betawi kawin dengan orang Bali, kasih nama anaknya menjadi: I Gede Amat.

Evita mahasiswi PT terkenal di Manado (Sulut), sangat memahami kebhinekaan tersebut. Maka ketika ada cowok yang status sosialnya hanya kuli bangunan, dia tak masalah. Dia bisa menerima gejolak asmara Yance, meskipu cinta pemuda itu beraroma semen dan cat. Evita meyakini, tak selamanya kekasihnya itu jadi kuli bangunan melulu. Jika nasib baik, bisa saja nanti jadi anggota DPR, atau malah Wakil Ketuanya. Cuma pesan Evita, kalau jadi Wakil Ketua DPR jangan ngompori orang demo, ya!

Koalisi mahasiwi-kuli bangunan itu sudah menjadi rahasia umum di daerah Tuminting, Manado. Tapi beda anak, beda pula emak. Ny. Regina, 45, sebagai ibu Evita sangat malu putrinya pacaran dengan kuli bangunan. Bagaimana kata orang nanti, jika anak menantunya hanyalah kuli bangunan. Mending kalau pemborong. Ini hanya buruh kasar, apa yang bisa dibanggakan? Ny. Regina tak yakin nantinya Yance bisa jadi agen perubahan nasib. Kalau agen gas melon, sangat boleh jadi.

Mumpung belum terlanjur, Ny. Regina menasihati putrinya, agar cabut dukungan pada kekasihnya tersebut. Tapi mahasiswi kasmaran itu tidak peduli, sehingga sang ibu jadi marah. Reaksi Evita sungguh di luar dugaan, dia justru kabur dari rumah. Tentu saja Ny. Regina jadi panik, ke mana gerangan putri semata wayang yang menjadi dambaan dan kebanggaan keluarga itu?

Ny. Regina melapor ke polisi, perihal kehilangan anak yang meninggalkan rumah tanpa pamit. Beberapa hari belum ada laporan, tapi kemudian ada tetangga yang melihat bahwa Evita terlihat di sebuah rumah kos-kosan di kawasan Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan, Malalayan. “Kayaknya bersama seorang anak muda. Cakep memang, tapi kok bau semen Gresik,” kata sang pelapor.

Bersama suaminya Ny. Regina segera mencarinya ke alamat tersebut. Ternyata benar. Melihat ada gerakan sejumlah orang yang mencurigakan, cowok yang ternyata Yance itu langsung kabur. Ny. Regina segera menghambur ke dalam rumah kos-kosan itu. Alangkah kagetnya, di dalam kamar Evita ditemukan sedang bugil kelelahan, sepertinya habis berbuat mesum dengan si kuli bangunan itu.

“Diapakan saja kamu, Nak?” kata Ny. Regina dengan nada marah campur iba, dua rasa yang diublek jadi satu. Tapi mahasiswai cantik itu tak menjawab, kecuali bangun dan tertunduk lesu. Langsung saja gadis malang itu setelah diberi pakaian digelandang ke kantor polisi. Paling tidak menjadi saksi korban, untuk mengusut kaburnya Yance si kuli bangunan.

Nggak kabur itu anak, paling ke toko matrial sebentar. (JPNN/Gunarso TS)

  • rere

    thanks mas Gun…koplak

  • Heri

    Hahha…yg paling w demen dr nah ini dia plesetan kata2nya….menghilangkan sejenak keruwetan hidup