Wednesday, 21 November 2018

Sejak Bocah, Wakil Walikota Ini Cinta Situ Cipondoh

Rabu, 16 November 2016 — 2:31 WIB
Sachrudin, Wakil Walikota Tangerang. (awang)

Sachrudin, Wakil Walikota Tangerang. (awang)

SIAPA sangka, bocah yang biasa ngebak (mandi) di Situ Cipondoh, Kota Tangerang setiap mau berangkat ke sekolah SD, kini menjadi Wakil Walkota Tangerang. Itu sebabnya ia cinta dengan situ tersebut, dan terus merawatnya sejak ia jadi lurah.

Di akhir 1965, bocah bernama Sachrudin, setiap hari mandi di situ alami yang luasnya lebih dari seratus hektar. Dulu situ ini berbentuk rawa dengan cekungan besar.

“Kala itu Situ Cipondoh masih asri. Airnya bening bersih. Kanan kiri situ masih rindang dipenuhi pepohonan. Mandi di situ itu benar-benar segar,” kenang Sachrudin, kemarin.

Saking senang dengan kali ini, sepulang sekolah dia juga bermain bersama teman-teman sebaya di sekitar bibir situ. Kadangkala dia bersama teman-temannya mencari ikan di kawasan Situ Cipondoh.

“Kami dulu tak suka mancing, sebab dapat ikannya lama,” ucapnya saat berbicang di rumah pribadinya yang asri di RT 01/04, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh.

Lalu, biar cepat dapat ikan, pakai apa? Dia mengungkapkan, mencari ikan dengan menjaring. Sebelum jala atau jaring ditebar, Sachrudin kecil bersama teman-temannya mencari daun singkong atau daun ketimum lalu ditanam di lumpur di pingggiran situ lalu tunggu beberapa saat.

“Pasti, ikan-ikan berkumpul dan mengerubuti. Nah, kita tinggal tebar jala. Sekejap ikan terjaring dan dapat banyak. Kami pernah masing-masing empat orang dapat tujuh kilo ikan. Wah senangnya bukan main,” ujarnya tertawa.

BERKARIER DI CIPONDOH

Entah sudah ditakdirkan Yang Maha Kuasa, Sachrudin dilahirkan, dibesarkan dan berkarier tak jauh dari keberadan Situ Cipondoh. Saat merintis sebagai PNS, dia pernah menjadi Lurah Cipondoh lalu Sekretaris dan Camat Cipondoh mulai tahun 2000 hingga 2006.

Tak heran jika Sachrudin mengetahui betul perkembangan situ ini dari sejak kecil hingga kini menjadi orang nomor dua di Kota Tangerang. Kantor Kecamatan Cipondoh adalah bekas rumah engkongnya yang berada persis di depan Situ Cipondoh.

Sejarah mencatat, tak gampang mendandani Situ Cipondoh. Situ ini pernah jadi sengketa antara Pemprov Jawa Barat dan Banten. Data Bappeda Kota Tangerang mencatat pada 22 November 1993, Pemprov Jabar melabrak perjanjian kerjasama dengan PT Griya Tri Tunggal Paksi untuk pengelolaan situ selama 30 tahun.

“Sejak itu, selama bertahun-tahun kemudian situ ini terbengkalai dengan dipenuhi enceng gondok. Saya sedih dan terenyuh melihat kondisi Situ Cipondoh kala itu,” katanya.
Apalagi sejak dulu situ ini sebagai suatu kawasan yang berfungsi hidrologis sebagai tandon air di wilayah Kecamatan Cipondoh, Kecamatan Pinang, sekaligus sebagai resapan air.

GOTONG-ROYONG

Nah, saat menjabat Lurah Cipondoh pada 2000, dia bersama warga Cipondoh dan Pinang berinsiatif mempercantik dan merawat situ ini secara swadaya.

Dimulai bergotong royong membersihkan enceng gondok hingga menaman berbagai pohon di bibir sekeliling situ. “Alhamdulillah, berkat kerjas keras warga, perlahan situ ini bersih dari enceng gondok dan di sekelilingnya mulai tumbuh pepohonan. Pada 2008 situ ini dijadikan obyek wisata dan dikelola warga,” terangnya.

Kini saat Sachrudin menjadi Wakil Walikota Tangerang, kepeduliannya terhadap Situ Cipondoh semakin tinggi. Bersama Walikota Tangerang, Sacrudin terus mempercantik situ ini dengan memperluas pembuatan jongging track di sekeliling kawasan situ ini.

“Saya tak rela jika kelak Situ Cipondoh rusak, berubah menjadi pemukiman atau dimiliki individu,” katanya.

Dia mengaku, kondisi Situ Cipondoh sekarang lebih baik dibanding di awal 1900-an. Kini Situ Cipondoh dikelola Forum Masyarakat Pelestarian dan Pengembangan Situ Cipondoh (Formasi).

Dengan tiket masuk Rp2.000, siapapun bisa menikmati danau tersebut yang berada di tengah kota. Tak heran setiap akhir pekan situ ini ramai dikunjungi warga Kota Tangerang dan sekitarnya. (Awang)